Ekonomi RI Minus 0,74 Persen pada Kuartal I 2021, IHSG Parkir di Zona Hijau

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada perdagangan saham Rabu, (5/5/2021). Aksi beli investor asing dan pertumbuhan ekonomi Indonesia meski masih minus tetapi lebih baik dibandingkan consensus mengangkat IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham, IHSG naik 0,20 persen ke posisi 5.975. Indeks saham LQ45 menguat 0,17 persen ke posisi 890,41. Sebagian besar indeks saham acuan kompak menghijau.

IHSG bergerak di kisaran 5.971-5.992 pada perdagangan Rabu pekan ini. Sebanyak 245 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 234 saham melemah dan 163 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 966.640 kali dengan volume perdagangan 17,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,2 triliun. Investor asing beli saham Rp 204,47 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah berada di kisaran Rp 14.406.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat. Sementara itu, sektor saham keuangan turun 0,99 persen, sektor saham perdagangan susut 0,63 persen, dan sektor saham konstruksi tergelincir 0,41 persen.

Sektor saham industri dasar naik 0,79 persen, dan pimpin penguatan. Diikuti sektor saham aneka industri mendaki 0,77 persen dan sektor saham pertanian naik 0,61 persen.

Top Gainers dan Losers

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham SAFE naik 34,97 persen

-Saham FORU naik 34,94 persen

-Saham LUCK naik 34,81 persen

-Saham INTD naik 34,74 persen

-Saham PEGE naik 28,03 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham DNAR turun 6,96 persen

-Saham TEBE turun 6,92 persen

-Saham HITS turun 6,92 persen

-Saham RELI turun 6,88 persen

-Saham VRNA turun 6,86 persen

Aksi Investor Asing

Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,66% atau 33,67 poin ke level 5.116,66 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,66% atau 33,67 poin ke level 5.116,66 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham BBCA senilai Rp 70,2 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 69,9 miliar

-Saham TBIG senilai Rp 45,6 miliar

-Saham BBNI senilai Rp 29,3 miliar

-Saham UNTR senilai Rp 28,7 miliar

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:

-Saham BMRI senilai Rp 41,2 miliar

-Saham TOWR senilai Rp 36,9 miliar

-Saham MIKA senilai Rp 18,5 miliar

Kata Analis

Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Bursa sajam Asia bergerak melemah. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 0,49 persen, indeks saham Thailand melemah 1,75 persen, indeks saham Singapura tergelincir 0,84 persen dan indeks saham Taiwan merosot 0,53 persen.

Adapun rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat masih minus 0,74 persen pada kuartal I 2021, Analis PT Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas menuturkan, hal itu tidak pengaruh ke pasar saham. Hal ini sudah diperkirakan kalau ekonomi Indonesia pada kuartal I 2021 masih minus.

"Positifnya rilis sedikit lebih baik dibandingkan consensus. Jadi indeks merespons kenaikan tapi terbatas kenaikannya,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, sentiment lain yang akan pengaruhi pasar yaitu cadangan devisa pada Jumat, 7 Mei 2021 dan rilis data perdagangan ekspor impor.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini