Ekonominya Mulai Bangkit, Intip Harta 10 Orang Terkaya di Singapura

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Ekonomi Singapura mulai bangkit meskipun sempat melemah 5,8 persen pada 2020. Pulihnya ekonomi berdampak ke kekayaan para orang terkaya di negara tersebut.

Ekonomi Singapura tumbuh pada kuartal kedua 2021 sebesar 14,7 persen secara year on year (YoY). Hal tersebut lebih cepat dibanding kuartal sebelumnya.

Pemerintah juga meningkatkan perkiraan pertumbuhan GDP menjadi 6-7 persen. Ini didasarkan pada kinerja ekonomi dari Singapura yang mempertahankan roda perekonomiannya tetap berjalan di tengah pandemi.

“Ini lebih baik dari yang diharapkan pada paruh pertama tahun iunu, serta perkembangan ekonomi eksternal dan domestik baru,” ujar pemerintah.

Negara yang dianggap menjadi salah satu tempat untuk berlindung karena aman terhindar dari pandemi global, telah melonggarkan pembatasan sosialnya karena pemerintah mempercepat program vaksinasi.

Meskipun demikian, setiap warganya diimbau tetap menjaga protokol kesehatan dengan ketat. Mengingat adanya muncul varian baru yang penularannya lebih cepat dan mudah menyebar.

Terlepas dari ketidakpastian dari situasi tersebut, melansir Straits Times Index mencatat kekayaan orang terkaya Singapura naik 26 persen dari tahun lalu.

Kenaikan tersebut menyebabkan kekayaan para pebisnis dan pengusaha lainnya yang termasuk miliarder di Singapura naik menjadi USD 167 miliar (Rp 2.411 triliun) dari USD 208 miliar (Rp 3.003 triliun).

Lalu siapa saja orang terkaya di Singapura? ini daftarnya:

Daftar 10 Miliarder Singapura 2021

Ilustrasi Miliarder Dunia. Unsplash/Hunter Race
Ilustrasi Miliarder Dunia. Unsplash/Hunter Race

1. Li Xiting

Li menjadi pendiri sekaligus ketua Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics, salah satu perusahaan pemasok perangkat medis yang telah didirikannya pada 1991 di Shenzhen, Singapura.

Dengan perusahaan tersebut, nilai sahamnya naik 19 persen sejak tahun lalu dan menambahkan USD 5,2 miliar ke dalam kekayaan bersihnya. Oleh karena itu, kekayaan yang sekarang berhasil ia kantongi adalah sebesar Rp 332,06 triliun.

Selama pandemi, Li melakukan donasi berupa peralatan medis senilai USD 4,6 juta atau setara dengan Rp 66,4 miliar ke rumah sakit di daerah-daerah yang terdampak pandemi seperti Wuhan dan Italia Utara.

2. Eduardo Saverin

Peringkat kedua diduduki oleh salah satu pendiri Facebook, Eduardo Saverin yang jumlah kekayaannya bertambah sebanyak USD 6,5 miliar. Dua tahun sebelumnya rekor kekayaan yang dimiliki sebesar USD 20,5 miliar.

Salah satu pendiri Facebook ini mampu meraup keuntungan serta kekayaannya menjadi sebesar Rp 295,9 triliun.

Tak hanya itu, sebagai pemodal, Saverin juga memperoleh sebagian besar kekayaannya dari saham kecil, tetapi berharga di perusahaan Facebook.

Pada 2016, ia meluncurkan dana ventura B Capital bersama veteran Boston Consulting Group dan Bain Capital Raj Ganguly.

3. Goh Cheng Liang

Peringkat kedua diduduki oleh Goh Cheng Liang, seorang miliarder yang mendapatkan sebagian besar kekayaannya dari saham mayoritas di Nippon Paint Holdings Jepang⎼produsen cat terbesar keempat di dunia.

Goh mulai membuat cat di sebuah pabrik kecil di Singapura sebelum dia bermitra dengan Nippon Paint Jepang sejak 1962. Kemudian, pada 2021, putranya sendiri menyusul dengan menjadi pemimpin Nippon Paint untuk menyelesaikan kesepakatan saham dan nilai tunai sebesar Rp173,2 triliun.

Dengan begitu, usaha yang dijalankannya selama ini membuatnya mencapai status miliarder dengan kekayaan senilai Rp 268,5 triliun.

4. Zhang Yong dan Shu Ping

Ilustrasi Miliarder (Liputan6.com/Deisy)
Ilustrasi Miliarder (Liputan6.com/Deisy)

Ketua pasokan rantai dari makanan hot pot alah Singapura, Sichuan Hailiao. Perusahaan restoran yang telah go public pada September 2018 bersama istrinya Shu Ping yang juga menjabat sebagai pendiri sekaligus direktur restoran.

Haidilao menarik penjualannya sekitar USD 3,8 miliar dari hampir 1300 restoran yang berada di sebagian besar wilayah China, AS, Jepang, Korea Selatan, dan negaranya sendiri.

Makanan khas hot pot ini dikenal dengan hidangan pedas dan layanan restoran yang penuh perhatian, termasuk dapat menikmati fasilitas manikut gratis bagi pelanggan yang sedang berada dalam tamu antrian (waiting list).

Meskipun dengan pendidikan yang minim saat membuka bisnisnya, sekarang kekayaan lewat restoran makanan yang dikembangkan, ia dan istrinya mampu menyimpan kekayaan sebesar Rp231 triliun.

5. Forrest Li

Kemudian, beralih ke perusahaan teknologi, Forrest Li merupakan miliarder yang menciptakan teknologi game bersama Gang Ye dan David Chen. Perusahaan ga,e dan e-commerce yang dikembangkan mendapatkan keuntungan terbesar tahun ini dalam hal persentase.

Kekayaan yang dimilikinya saat ini adalah Rp229,5 triliun.

Faktor pertumbuhan ekonomi berimbas pada kenaikan saham perusahaan sehingga kekayaan yang didapat setiap pendiri naik dua kali lipat dari sebelumnya. Melansir dari Forbes, perusahaan e-commerce nya yang bernama Sea, masuk ke dalam daftar Bursa Efek New York pada 2017.

Didukung oleh Tencent, perusahaan konglomerat multinasional, saham yang dimiliki sebesar 20 persen. Kemudian, investor lain yang turut menyuntikkan dana juga terdiri dari perusahaan ekuitas swasta General Atlantic.

6. Brothers Robert dan Philip Ng

Peringkat keempat orang terkaya di Singapura berasal dari perusahaan properti terbesar di Singapura. Grup imi didirikan oleh ayah mereka, Ng Teng Fong, yang pindah dari China ke Singapura pada 1934 dan dikenal dengan julukan The King of Orchard Road.

Kekuatan dari dua saudara ini menghasilkan kekayaan senilai Rp205,01 triliun. Pasar yang diekspansi sampai ke Hong Kong dipegang dan dipantau oleh kakak laki-laki Robert dan putranya demi kepentingan bisnis di Singapura.

Pada Oktober 2019, Ng membuka Fullerton Hotel Sydney yang menyediakan 416 kamar di sebuah bangunan hasil warisan yang sudah berusia 147 tahun yang sebelumnya merupakan kantor pos umum.

7. Gang Ye

Gang Ye, salah satu pendiri perusahaan game dan e-commerce Sea
Gang Ye, salah satu pendiri perusahaan game dan e-commerce Sea

Gang Ye, rekan kerja yang sama-sama mendirikan perusahaan game dan e-commerce Sea bersama Forrest Li. Ye menjadi chief operating officer sejak Januari 2017, mengikuti jabatan sebelumnya yang menduduki posisi chief technology officer grup.

Sebelumnya, ia bekerja di Economic Development Board of Singapore dan perusahaan kelapa sawit Wilmar International. Dengan posisi jabatannya saat ini di perusahaan game Singapura, kekayaan yang diterima sebanyak Rp148,7 triliun.

8. Kwek Leng Beng

Seorang ketua eksekutif Grup Hong Leong Singapura yang merupakan perusahaan warisan ayahnya pada 1941. Kwek sekaligus menjabat sebagai ketua eksekutif di perusahaan City Development, pengembangan properti terbesar kedua setelah Philip Ng.

Pada 2020, perusahaan menghapus USD 1,3 miliar atas investasinya di pengembangan China, Sincere Property. Ia juga memiliki keluarga yang merupakan seorang miliarder di Malaysia, bernama Quek Leng Chan.

Kekayaannya yang dimiliki sebagai miliarder peringkat ke-8 di Singapura adalah sebanyak Rp122,71 triliun.

9. Wee Cho Yaw

Wee Cho Yaw, ketua emeritus (pensiunan profesor) United Overseas Bank (UOB) yang menjadi bank terbesar ketiga di Singapura berdasarkan jumlah aset. UOB adalah perusahaan yang didirikan ayahnya bernama Wee Khiang Cheng pada 1935 sebagai United Chinese Bank.

Setelah mengundurkan diri sebagai ketua bank pada 2013, Wee akhirnya pensiun sebagai direktur pada April 2018. Terlepas dari masa pensiunnya, ia masih memiliki kekayaan senilai Rp98,1 triliun.

10. Khoo Family

Keluarga yang menjadi pewaris mendiang bankir, Khoo Teck Puat. Ia telah berinvestasi di Standard Chartered Bank pada 1986. Bagian terbesar dari kekayaannya adalah berasal dari penjualan saham di Standar Chartered.

Nilai perusahaan bank mencapai USD 4 miliar pada 2006. Keluarga Khoo sendiri juga mengendalikan Goodwood Group of Hotels yang diketuai oleh Mavis Khoo-Oei yang memiliki hotel bersejarah di Singapura.

Kekayaannya yang dimiliki saat ini senilai Rp93,84 triliun.

Tak hanya itu, Yayasan Kho didirikan sebagai badan amal keluarga yang mendanai Rumah Sakit Khoo Teck Puat pada 2010.

Reporter: Caroline Saskia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel