Ekosistem Digital RI Menjanjikan, Hongaria Genjot Kerja Sama Bisnis

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 3 menit

VIVA – Forum Bisnis Virtual HunIndoTech 2.0 telah resmi digelari selama dua hari sejak kemarin, 17 November 2020, hingga hari ini. Acara yang melibatkan pelaku bisnis dari Hongaria dan Indonesia dan pemerintahan kedua negara dilakukan guna meningkatkan kerja sama bisnis khususnya di bidang teknologi.

Menlu Retno Marsudi saat membuka forum itu menyampaikan, peningkatan kerja sama itu penting mengingat, ekonomi digital Indonesia memiliki potensi besar untuk mengenjot pertumbuhan ekonomi ke depannya.

Baca juga: Ingin RI Jadi Negara Kaya, Sri Mulyani: Jawabannya Omnibus Law

"Mengingat Indonesia memiliki ekosistem digital yang menjanjikan, dengan proyeksi nilai sebesar US$133 miliar pada tahun 2025 dan dengan lebih dari 2100 startup di tahun 2019," ujar Retno dikutip dari keterangannya, Rabu 18 November 2020.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hongaria Peter Szijjarto mengatakan, kerja sama bilateral kedua negara penting untuk ditingkatkan. Mengingat tahun ini menandai peringatan 65 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Hongaria.

"Hubungan politik yang telah terjalin dengan sangat baik ini telah mendorong meningkatnya kerja sama di mana dalam 10 tahun terakhir Hongaria meningkatkan perdagangan dengan Indonesia sebesar 29 persen.

Dalam forum itu kedua pihak sepakat untuk menciptakan platform bagi perusahaan teknologi dari Indonesia dan Hongaria untuk berdiskusi tentang tantangan belakangan ini. Serta, memberikan kesempatan untuk bertemu dan menjalin kemitraan bahkan di tengah pandemi Virus Corona.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya mengatakan, Hongaria dengan pertumbuhan PDB tertinggi di UE merupakan mitra bisnis terpenting Indonesia di Eropa Tengah. Rencana substitusi impor baru Indonesia yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor pada barang modal dan bahan baku, juga disampaikan di dalam forum tersebut.

Meski demikian inovasi dibidang teknologi industri tetap diperlukan oleh Indonesia. Karena itu, kerja sama pengembangan teknologi industri dengan Hongaria menjadi hal yang penting untuk terus ditingkatkan.

"Inovasi dan kemajuan teknologi memainkan peran yang sangat penting, terutama dalam industri manufaktur untuk mencapai daya saing dan mengikuti roadmap industri 4.0," tambahnya.

Kepala Badan Promosi Ekspor Hongaria menegaskan, perusahaan Hongaria selalu menjadi yang terdepan dalam hal inovasi. Dalam forum ini, dia pun mendorong adanya peningkatan meningkatkan jumlah perusahaan Hongaria yang aktif di Asia Tenggara, khususnya kemitraan antara Indonesia dan Hongaria.

Komitmen itu diperkuat oleh Duta Besar Hongaria untuk Indonesia Judit Pach. Dia pun menyoroti beberapa kemitraan berbasis teknologi yang berhasil dalam beberapa tahun terakhir antara perusahaan Hongaria dan Indonesia.

Seperti pengembangan sistem pasokan air bersih di 36 pemukiman di seluruh Indonesia oleh Budapest Waterworks dan mitra Indonesia mereka Artha Envirotama. Lalu, beberapa pembangkit listrik bertenaga gas milik PLN yang telah beroperasi sejak tahun 2016 dan beroperasi menggunakan turbin GE yang diproduksi di Hongaria.

Kemudian, fasilitas iradiasi gamma pertama di Indonesia, yang diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada tahun 2017, yang merupakan bentuk kontribusi profesional Izotóp Kft dari Hongaria dan pada 2018. Serta Telkom Indonesia yang berinvestasi di Cellum, sebuah perusahaan teknologi finansial Hongaria, untuk mengembangkan solusi pembayaran seluler canggih.

Sebagai informasi, forum bisnis virtual ini juga membahas terkait tantangan IT dalam inovasi Fintech di tengah pandemi dan keamanan siber. Pengembangan startup dan manajemen inovasi, teknologi transportasi, serta tekhnologi medis juga menjadi topik yang interaktif dibahas. (ren)