Eks Atlet Senam Artistik Tewas Tenggelam di Kubangan Proyek Stadion Mattoangin

Merdeka.com - Merdeka.com - Kubangan bekas pembangunan Stadion Mattoangin Makassar kembali menelan korban jiwa. Kali ini, eks atlet senam artistik, Kadrian Surya Subianta alias Kadi (24) tewas tenggelam di dalam kubangan sedalam 1 meter.

Seorang warga, Sampara mengatakan korban ditemukan sudah tak bernyawa dengan posisi tengkurap. Ia mengaku dirinya yang mengangkat korban dari kubangan bekas proyek pembangunan Stadion Mattoangin.

"Saya dengar kabar ada orang tenggelam di lokasi lubang. Pada saat turun, saya angkat korban untuk kasih pertolongan (pompa jantung)," ujar tuturnya kepada wartawan, Jumat, (3/6).

Sampara mengaku korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat. Tetapi, saat perjalanan ke rumah sakit nyawa Kadi sapaan akrab korban tak terselamatkan.

"Korban sudah dibawa ke rumah duka," jelasnya.

Ayah korban, Suryanto mengungkapkan anaknya tewas tenggelam di kubangan bekas galian pembangunan Stadion Mattoangin karena handphone-nya terjatuh. Suryanto juga mengaku anaknya tidak bisa berenang.

"Informasi saya dapat, dia Hp-nya jatuh, terus dia turun. Dia tidak bisa berenang," kata dia.

Suryanto yang juga pelatih cabang olahraga panahan ini menjelaskan anaknya ke bekas Stadion Mattoangin awalnya hanya melihat orang memancing.

"Dia sering ke sana untuk main bola. Dia lihat orang mancing, tapi saya tidak tahu persis karena saya ada di CPI (Centre Point of Indonesia)," tuturnya.

Suryanto mengaku anaknya adalah mantan atlet senam artistik dari SD-SMP. Bahkan, Kadi pernah ikut pelatnas di Ragunan, Jakarta.

"Dia mantan atlet senam artistik. Tapi sejak dia sakit, sering kejang-kejang," ungkapnya

Sementara itu, Kepala Unit Kepolisian Sektor Mariso, Inspektur Satu Syamsul Bakri Tompo mengatakan pihaknya melakukan penyelidikan terkait kembali adanya korban di kubangan bekas pembangunan Stadion Mattoangin. Ia mengaku sudah memeriksa tiga orang saksi.

"Kami akan melakukan penyelidikan terkait penyebab. Ada tiga orang saksi ambil keterangan," sebutnya.

Ia mengaku pihaknya akan menutup tempat kejadian perkara (TKP). Bahkan, pengerjaan bangunan juga wajib dihentikan.

Sekadar diketahui, kubangan bekas pembangunan Stadion Mattoangin telah menimbulkan 4 orang korban. Dari jumlah tersebut, 3 orang meninggal dunia. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel