Eks Jubir: Perjuangan Tidak Sebatas 75 Pegawai Nonaktif, Tapi Independensi KPK

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pegiat Antikorupsi Febri Diansyah menyatakan potensi ancaman saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sudah tidak lagi independen. Dia meyakini, lembaga antirasuah tersebut akan semakin mudah disusupi kekuatan eksternal, khususnya kontestasi politik di tahun 2024.

"Berbahaya ketika KPK tidak independen, kalau KPK bisa dikuasai kekuatan tertentu, kekuatan politik tertentu kita tidak bisa bayangkan kontestasi bisa0 berjalan fair di 2024 nanti," kata Febri dalam akun Instagram pribadinya @febridiansyah.id, seperti dikutip Liputan6.com, Sabtu (5/6/2021).

Eks jubir KPK ini memambahkan, tidak pernah bayang dalam dirinya saat lembaga antikorupsi yang independen digunakann untuk menghajar lawan-lawan politik tertentu. Dia meyakini, bila hal itu terjadi, maka oligarki akan semakin kuat.

"Tidak ada kontestasi politik fair misal oposisi yang kuat dan pihak berbeda dengan kekuasaan yang salah satunya dengan tools lembaga pemeberantasan korupsi yang tidak independen," jelas Febri.

Independensi KPK

Karenanya, Febri menegaskan kembali, aksi para pegiat antikorupsi bukan hanya ingin menyelamatkan 75 pegawai KPK nonaktif karena gagal tes wawasan kebangsaan. Namun lebih kepada menjaga marwah independensi KPK dari ancaman rasuah dan politik.

"Kita sering bilang ini tidak hanya 75 saja tapi independensi KPK," dia menandasi.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel