Eks Kabakamla Ingin Bakamla Menjadi Coast Guard Republik Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Kepala Bakamla Achmad Taufiqoerrochman mengaku meninggalkan banyak pekerjaan rumah kepada Laksdya TNI Aan Kurnia yang menggantikannya. Salah satunya terkait fungsi Bakamla sebagai coast guard.

"Jadi kita dapat perintah dari presiden, Bakamla ini untuk melakukan fungsi coast guard. Ternyata di dalam empat tahun pertama ini orang bingung apa itu coast guard," kata Achmad usai acara sertijab di Kantor Bakamla, Jalan Proklamasi-56, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020).

Menurut dia, seluruh dunia telah mengakui coast guard Indonesia adalah Bakamla. Hal ini sesuai keinginan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Kita hadir di Hagam, saya sering diundang untuk bicara dalam forum coast guard, di Inggris, Yunani, Jepang, Hawaii, itu sudah pengakuan. Kemudian saya ketemu dengan para komandan coast guard termasuk komandan coast guard yang paling tua, US coast guard, saya sudah ke markasnya, kemudian kita jalin pelatihan dan hubungan sebagainya," ujar Achmad.

"Di dalam negeri, dukungan pemerintah sudah mulai besar sekarang. Sekarang sudah mulai ngeh bahwa harus ada Bakamla. Sebetulnya kalau kita berpikir fungsi angkatan laut, ada fungsi constabullary angkatan laut itu untuk maritime security dan angkatan laut kita enggak ke mana-mana, jadi buat apa ada coast guard, angkatan laut saja. Namun dengan kekinian di dunia alergi kalau militer melakukan penegakan hukum, makanya harus ada coast guard," lanjut mantan Kepala Bakamla itu.

 

Terlambat

Kepala Bakamla Laksamana Madya Achmad Taufiqoerrochman memberikan keterangan usai keluar dari Gedung KPK, Jakarta, Kamis (17/1). Taufiqoerrochman datang untuk audiensi dengan pimpinan KPK terkait pencegahan tindak pidana korupsi. (Merdeka.com/Dwi Narwoko)

Dia mengakui, RI terlambat dibanding negara-negara tetangga. Namun, kata dia, hal itu tak menjadi persoalan.

"Malaysia sudah 14 tahun lalu, Filipina sudah lama, Amerika sudah dua ratus tahun lalu. Kita baru empat tahun, lima tahun sekarang. Kita terlambat. Tapi tidak apa-apa," pungkasnya.

 

Reporter: Ronald

Sumber: Merdeka

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: