Eks-Kapten Timnas Indonesia Kritik PSSI: Gagal di Piala AFF 2022, KLB dan Perbaikan Kompetisi Urgent!

Bola.com, Jakarta - Kegagalan Timnas Indonesia menembus partai final Piala AFF 2022 tak hanya disebabkan oleh performa tim saja, tetapi juga karena tata kelola PSSI dan sistem kompetisi sepak bola Indonesia.

Kegagalan Timnas Indonesia ini terjadi setelah skuad Garuda tumbang dua gol tanpa balas dari Vietnam pada pertandingan leg kedua fase semifinal Piala AFF 2022 di Stadion My Dinh, Hanoi, Senin (9/1/2023).

Akhir-akhir ini, berbagai kritik memang mengalir deras ke berbagai pihak, tak terkecuali PSSI. Sebab, federasi masih belum berhasil menciptakan ekosistem kompetisi yang berkualitas.

Bagaimanapun juga, kompetisi sepak bola yang berkualitas pada akhirnya akan bermuara pada tim nasional yang juga berkualitas. Hal inilah yang menjadi sorotan mantan kapten Timnas Indonesia, Agung Setyabudi.

Kapan PSSI Gelar KLB?

<p>Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, turut mendampingi Timnas Indonesia saat melawan Brunei Darussalam pada matchday kedua Grup A Piala AFF 2022 di KLFA Stadium, Kuala Lumpur, Senin (26/12/2022). (Bola.com/Zulfirdaus Harahap)</p>

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, turut mendampingi Timnas Indonesia saat melawan Brunei Darussalam pada matchday kedua Grup A Piala AFF 2022 di KLFA Stadium, Kuala Lumpur, Senin (26/12/2022). (Bola.com/Zulfirdaus Harahap)

Agung Setyabudi turut menyoroti berbagai pekerjaan rumah yang sampai saat ini belum diselesaikan oleh PSSI. Salah satunya yakni Kongres Luar Biasa (KLB).

KLB PSSI ini merupakan salah satu rekomendasi yang diajukan oleh Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan.

Agung mengatakan, sejauh ini penyelesaian Tragedi Kanjuruhan masih belum tuntas. Padahal, insiden yang menewaskan 135 korban jiwa ini sudah berlangsung lebih dari 100 hari, tepatnya sejak 1 Oktober 2022.

“Lebih baik, PSSI diselesaikan dahulu dalam KLB (Kongres Luar Biasa) itu dengan berbagai polemic yang ada di sepak bola Indonesia,” ujar Agung Setyabudi kepada Bola.com, Selasa (10/1/2023).

“Termasuk Tragedi Kanjuruhan. Ibarat perusahaan, pimpinan yang bagus akan berpengaruh ke yang lain,” tambah mantan kapten Timnas Indonesia di Piala Asia 2004 itu.

Kualitas Kompetisi

Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menyapa Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, saat sesi latihan di Lapangan D Senayan, Jakarta, Rabu, (10/2/2021). Latihan tersebut untuk persiapan SEA Games 2021 di Vietnam. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menyapa Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, saat sesi latihan di Lapangan D Senayan, Jakarta, Rabu, (10/2/2021). Latihan tersebut untuk persiapan SEA Games 2021 di Vietnam. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Agung juga menyinggung tata kelola penyelenggaraan kompetisi sepak bola nasional yang masih jauh dari kata ideal. Menurutnya, kualitas kompetisi akan menentukan kualitas tim nasional.

Tak hanya itu saja, kompetisi tak hanya berkaitan dengan pemain-pemain yang dihasilkan, tetapi juga berhubungan dengan kualitas kepemimpinan wasit yang sampai saat ini sering diwarnai keputusan-keputusan yang janggal.

“Ya mungkin memang karena kompetisi juga masih karut marut. Tim nasional yang bagus itu kan juga ditentukan oleh kompetisinya, tidak hanya pemainnya tetapi juga wasit,” ujar lelaki berusia 50 tahun itu.

 

Kongres Biasa Masih Buram

Logo PSSI. (Bola.com/Dody Iryawan)
Logo PSSI. (Bola.com/Dody Iryawan)

Sampai saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa PSSI akan segera menyelenggarakan Kongres Biasa (KB) sebagai tahap awal menuju Kongres Luar Biasa (KLB).

Padahal, PSSI sempat mengutarakan bahwa KB PSSI akan bergulir pada 7 Januari 2023. Tanggal ini disepakati lewat rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang berlangsung pada Jumat (28/10/2022).

Namun, sampai saat ini belum ada kepastian soal penyelenggaraan KB PSSI yang agendanya membentuk Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) tersebut.