Eks Kekasih Shakira Punya Momen Hebat Bersama 5 Pelatih

Bola.com, Jakarta - Bagaimanakah kita menggambarkan seorang Gerard Pique, eks kekasih Shakira, di lapangan hijau? Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, mungkin bisa menjawabnya dengan tepat. "Dia adalah satu di antara bek terkuat yang pernah saya lihat," kata Ancelotti, dilansir Football-Espana.

Pique, veteran Barcelona itu beberapa waktu lalu mengumumkan pengunduran dirinya dari ingar-bingar sepak bola. Duel kontra Almeria dalam lanjutan LaLiga 2022/2023 pada Minggu (6/11) menjadi pertandingan perpisahan Pique di hadapan ribuan fans setia.

Banyak yang tersentak, tak terkecuali Ancelotti. Oleh karena itu, Barcelona dan Spanyol, serta jutaan pecinta sepak bola di seluruh dunia kehilangan seniman balbalan. Pique sadar betul, cepat atau lambat dirinya harus pamit.

 

Sadar Diri

Terlebih saat ini dirinya tak lagi muda, 35 tahun. "Saat Anda menua, Anda terkadang ingin berhenti," katanya.

Pique memperkuat Blaugrana sejak 2008. Jebolan La Masia (1997-2004) ini sebelumnya pernah tercatat sebagai pilar Manchester United, dari 2004 hingga 2008.

Bersama Tim Catalan, Pique mengepak 616 penampilan dengan torehan 53 gol dan 15 assist. Dia telah memenangkan banyak trofi, termasuk tiga trofi Liga Champions serta delapan gelar liga.

Di Timnas Spanyol, Pique juga menorehkan pahatan gemilang dengan dua gelar menggelegar yakni kampiun Piala Dunia 2010 dan Euro 2012. Sepanjang kariernya yang panjang berliku di Camp Nou, Pique setidaknya sudah merasakan polesan lima pelatih. Siapa saja?

 

Xavi

Xavi Hernandez dan Gerard Pique kembali satu tim di Timnas Catalonia setelah sama-sama membela Barcelona dan Timnas Spanyol. (AFP/Paul J Richards)
Xavi Hernandez dan Gerard Pique kembali satu tim di Timnas Catalonia setelah sama-sama membela Barcelona dan Timnas Spanyol. (AFP/Paul J Richards)

Keduanya merupakan 'konco' di Barcelona, pun Timnas Spanyol. Hanya saja, nasib Xavi lebih mujur. Pada 2021, Xavi ditunjuk sebagai pelatih Barcelona. Sementara itu, Pique, tetap jadi serdadu.

Di bawah rezim Xavi, Pique tak lagi jadi andalan. Masalah cedera yang tak kunjung padam, ditambah perpisahannya dengan sang kekasih, Shakira, membuat Pique semakin terpinggirkan.

Di satu sisi, pemain muda terus berdatangan. Xavi masih lebih memilih Eric Garcia dan Jules Kounde ketimbang Pique.

 

Gerardo Martino

Di era ini, Pique masih terlihat sangar. Dia belum habis. Wajar kalau Martino masih memberinya satu tempat spesial di starting XI Barcelona pada musim 2013/2014.

Martino mempercayakan 39 pertandingan kepada Pique. Hasilnya sungguh memuaskan. Bek ganteng itu mengemas empat gol.

Sebagai pemain bertahan, Pique bakal melakukan apa saja demi mengamanan wilayahnya dari terjangan lawan. Sedikitnya dia diganjar tujuh kartu kuning dari Juli 2013 hingga Juni 2014 dan Martino tak terlalu ambil pusing.

Martino, juru taktik asal Argentina itu hanya satu tahun bersama Blaugrana. Dia gagal memenangkan trofi apa pun selain Supercopa de Espana.

 

Ernesto Valverde

Namanya memang tak semoncer Pep Guardiola. Nama Valverde juga tak terpatri kuat di semua fans Barcelona. Tapi, biar begitu, Valverde menjadi satu di antara pelatih terbaik klub Catalan belakangan ini.

Selama dua setengah tahun (Juni 2017-Januari 2020) kekuasaannya, dia memenangkan dua gelar liga berturut-turut. Pada masa ini, Pique juga masuk daftar amunisi sarat sensasi.

Pada angka 145 laga, Pique tampil dalam 124 pertandingan. Mencetak 13 gol dan membuat empat asis. Pique menjadi starter di hampir setiap pertandingan. Dia hanya bermain dari bangku cadangan hanya sekali di bawah Valverde.

 

Luis Enrique

Enrique menjadi bos selama tiga tahun (2014-2017) dan memenangkan semua gelar saat itu. Kemenangan terakhir Blaugrana di Liga Champions tersuguh di bawah Enrique pada tahun 2015, di samping dua gelar liga.

Gerard Pique tampil dalam 131 pertandingan dari 181 laga di semua kompetisi. Dia membuat Enrique puas sepuas-puasnya dengan perolehan 15 gol dan dua assist. Nyaris tak tergantikan, Pique hanya sekali jadi pemain cadangan.

 

Pep Guardiola

Sepanjang musim perdananya, ia mencatatkan 45 penampilan di seluruh ajang. Pencapaian spesialnya tidak sampai di sana. Pique bahkan meraih treble winners pertama di kariernya di musim perdananya di Barcelona. Skuat yang diasuh Pep Guardiola kala itu memenangkan Liga Spanyol, Copa Del Rey, dan Liga Champions. (AFP/Carl De Souza)
Sepanjang musim perdananya, ia mencatatkan 45 penampilan di seluruh ajang. Pencapaian spesialnya tidak sampai di sana. Pique bahkan meraih treble winners pertama di kariernya di musim perdananya di Barcelona. Skuat yang diasuh Pep Guardiola kala itu memenangkan Liga Spanyol, Copa Del Rey, dan Liga Champions. (AFP/Carl De Souza)

Sejak era Johan Cruyff, Guardiola memimpin selama empat tahun yang sangat sukses dari 2008 hingga 2012. Dua trofi Liga Champions dan tiga gelar liga hanyalah beberapa trofi yang diraih Blaugrana di bawah arahan Guardiola.

Guardiola, yang kini menukangi Manchester City, memimpin Barcelona dalam 247 pertandingan. Dari angka itu, Pique memainkan 183 pertandingan dengan torehan 13 gol serta tujuh assist.

Bagi Pique, Guardiola adalah sosok istimewa. Guardiola-lah yang memberi Pique debutnya di Barcelona pada Agustus 2008.

Barcelona Nyaman, Jangan Lengah Dong