Eks Legenda MU Paul Ince Komentari Jadon Sancho Usai Kalah dari West Ham

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Mantan legenda Manchester United (MU) Paul Ince mengkritik Jadon Sancho usai Setan Merah kalah di kandang sendiri dalam laga kontra West Ham yang berlangsung pada Kamis (23/9/2021) dini hari WIB.

Paul Ince mengatakan kepada Sancho bahwa sepak bola Inggris bukanlah FIFA. Dikutip dari Goal.com, MU kalah dengan skor akhir 1–0 dalam pertandingan putaran ketiga Carabao Cup melawan West Ham.

Adapun, pemain berusia 21 tahun ini menjadi bagian dari starting line-up Ole Gunnar Solskjaer dalam pertandingan tersebut. Sayangnya, Jadon Sancho belum berhasil menampilkan performa yang efektif bagi Setan Merah.

Ince lantas mengkritik Jadon Sancho dan menyebut sang pemain terlalu berfokus pada gerakan kaki yang bagus, dibanding bekerja sama dengan rekan setimnya. Tak hanya Sancho, Jesse Lingard dan Anthony Martial juga menjadi sasaran kritik Ince.

“Saya mengerti bahwa Sancho masih belajar, dia masih muda. Akan tetapi, ini bukan pertandingan FIFA, bukan soal menggiring bola dan mencoba mengalahkan dua, tiga, atau empat pemain dengan trik ini itu,” ujar Ince seperti dilansir dari Goal.com.

Apik untuk Dilihat

Jadon Sancho - Rekrutan anyar Manchester United ini merupakan pemain dengan harga fantastis. Diboyong Setan Merah dengan banderol mencapai 76,5 juta pounds dari Borussia Dortmund, Sancho juga mendapat gaji 350 ribu puonds per pekan. (Foto: AFP/Adrian Dennis)
Jadon Sancho - Rekrutan anyar Manchester United ini merupakan pemain dengan harga fantastis. Diboyong Setan Merah dengan banderol mencapai 76,5 juta pounds dari Borussia Dortmund, Sancho juga mendapat gaji 350 ribu puonds per pekan. (Foto: AFP/Adrian Dennis)

Di sisi lain, Ince tak menampik bahwa skill yang ditampilkan Sancho dan Lingard memang apik untuk dilihat. Akan tetapi, hal tersebut dinilai kurang tepat untuk dipraktikkan dalam permainan bersama timnya.

“Jujur, hal itu membuat saya bersemangat! Jika Anda menonton pemain seperti (Ryan) Giggs, mereka mendapatkan (bola) dan mengopernya, kita hanya ingin terus berlari dengan bola, (sambil) mencoba sedikit tendangan, sedikit backheel,” papar Ince.

Hal tersebutlah yang ia saksikan dari permainan Martial, Lingard dan Sancho. Menurutnya, para pemain ini perlu menyadari bahwa permainan tak melulu soal menggiring bola. Terkadang mereka perlu melewati pemain lain dan masuk ke kotak penalti.

Merasa Frustrasi

Masa depan Anthony Martial di Manchester United berada dalam keadaan bahaya setelah kepulangan Ronaldo menurut mantan pemain MU, Dimitar Berbatov. Sederet pemain top yang mengisi lini depan ditambah kedatangan sang bintang akan membuatnya susah untuk mendapatkan tempat. (Foto: AFP/Oli Scarff)
Masa depan Anthony Martial di Manchester United berada dalam keadaan bahaya setelah kepulangan Ronaldo menurut mantan pemain MU, Dimitar Berbatov. Sederet pemain top yang mengisi lini depan ditambah kedatangan sang bintang akan membuatnya susah untuk mendapatkan tempat. (Foto: AFP/Oli Scarff)

Ince juga mengungkapkan rasa frustrasinya atas penampilan Martial. Ia merasa pemain asal Prancis tersebut tak menunjukkan minat pada pertandingan yang dilakoninya.

“Saya melihat gestur Martial dan saya berpikir, ‘Apa dia benar-benar ingin berada di sana (lapangan) pada (pertandingan) Rabu malam?,’. Anda merasakan bahasa tubuh itu dari Martial. Dia tak ingin berada di sana,” klaim Ince.

Melewatkan Kesempatan Emas

Ince pun menganggap Martial telah melewatkan kesempatan emas untuk berbagi menit permainan bersama bintang Cristiano Ronaldo. Pasalnya menurut Ince, Ronaldo tak mungkin diturunkan di setiap pertandingan sehingga laga Kamis kemarin harusnya menjadi ajang pembuktian bagi Martial.

“Martial harus siap untuk kesempatannya. Saya tidak berpikir Ronaldo akan bermain di setiap pertandingan. Kemarin adalah kesempatan bagi Martial untuk mengatakan kepada manajer, ‘Lihat saya, saya masih mau berjuang untuk seragam ini (MU),” komentar Martial.

Penulis: Melinda Indrasari

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel