Eks Manajer Ducati dan Honda Kritik Keras Sikap Yamaha pada Rossi

Pratama Yudha

VIVA – Eks manajer tim Ducati dan Honda MotoGP, Livio Suppo, mengkritik sikap Yamaha yang meminggirkan Valentino Rossi demi memberi tempat pada Fabio Quartararo. Menurutnya, Yamaha bisa memberi kebebasan pada The Doctor untuk memutuskan masa depannya.

Memasuki usia 41 tahun, kiprah Rossi memang sudah menurun drastis dibandingkan musim-musim sebelumnya. Tahun lalu saja, dia gagal finis di posisi tiga besar.

Kondisi tersebut membuat Yamaha enggan mempertaruhkan nasibnya di pundak Rossi. Pabrikan berlambang garpu tala itu ingin merekrut Quartararo pada musim depan.

Yamaha ingin menduetkan Maverick Vinales dengan Quartararo yang menjadi pembalap masa depan MotoGP. Kebetulan, kontrak Rossi memang habis pada akhir musim ini sehingga rencana tersebut berpeluang besar untuk terwujud.

Manajer Tim Yamaha, Lin Jarvis, kabarnya sudah memberikan waktu bagi Rossi untuk menentukan masa depannya hingga Juni mendatang. Apakah pensiun atau menerima penawaran untuk bergabung dengan tim satelit Yamaha menggantikan posisi pembalap muda asal Prancis tersebut.

Suppo menilai jika sikap yang telah ditunjukkan oleh Yamaha pada pembalap asal Italia sangat jauh dari kata pantas. Apalagi, mengingat jasa yang sudah diberikan Rossi di masa lalu yang berhasil mengangkat nama Yamaha.

Livio Suppo dan Casey Stoner (belakang)

Suppo sangat memahami situasi Yamaha yang ingin mematahkan dominasi Honda dengan memakai dua pembalap muda berpotensi. Tapi, seharusnya mereka bisa lebih melunak terhadap Rossi.

"Saya melihat dia (Jarvis) tak terlalu baik kepada Vale. Saya mengerti kenapa mereka ingin mempromosikan Quartararo, yang merupakan pembalap muda dengan potensi luar biasa dan telah mencetak musim yang hebat sebagai rookie," kata Suppo dikutip Tuttomotoriweb.

"Saya akan memberikan waktu untuk Vinales karena dia telah bersama Yamaha untuk tiga tahun ini dan sudah mengalami banyak momen naik dan turun. Saya akan menunggu supaya bisa melihat apa yang akan dilakukan Maverick dan karena itu saya akan memberikan Vale waktu untuk merenungkan apa yang akan dia lakukan," lanjut dia.