Eks Pejabat Asabri Kaget karena Langsung Ditetapkan Tersangka

Mohammad Arief Hidayat, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 1 menit

VIVAKejaksaan Agung telah menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi pada PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) pada Senin, 1 Februari 2021.

Kedelapan orang yang ditetapkan tersangka, antara lain Adam Rachmat Damiri (ARD) selaku mantan Direktur Utama PT Asabri; Sonny Widjaja (SW) selaku mantan Direktur Utama PT Asabri periode 2016-2020; BE selaku mantan Direktur Keuangan Asabri periode 2008-2014.

Selanjutnya, HS selaku mantan Direktur Asabri periode 2013-2014 dan 2015-2019; IWS selaku Kepala Divisi Investasi Asabri periode 2012-2017; LP selaku Direktur Utama Prima Jaringan; BTS dan HH.

Baca: Trik Polisi dan Kejaksaan Usut Korupsi Asabri

Pengacara tersangka Hari Setiono (HS) dan Bachtiar Effendi (BE), Handika Honggowongso, mengatakan bahwa kliennya mengaku kaget ketika penyidik jaksa langsung menetapkan tersangka dan ditahan terkait kasus korupsi pada Asabri.

“Awalnya dipanggil sebagai saksi, kemudian naik menjadi tersangka terus ditahan. Tentu, itu membuat klien saya kaget karena tidak ada persiapan,” kata Honggo di gedung Kejaksaan Agung.

Namun, Honggo mengatakan kliennya tetap menghormati proses hukum yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Agung. Untuk itu, ia berharap penyidik jaksa tidak menetapkan tersangka secara mendadak tapi mengikuti prosedur yang diatur dalam KUHAP.

“Kami tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Kejaksaan Agung. Selanjutnya, karena masih ada pandemi COVID-19 yang parah, aspek kesehatan para tersangka yang ditahan ini juga harus dijaga betul kesehatannya, karena usianya sudah lanjut. Semoga ini menjadi perhatian serius," ujarnya.

Sementara, Honggo mengatakan pihaknya belum membicarakan akan mengambil upaya praperadilan atau tidak atas penetapan tersangka ini. Karena menurut dia, hal itu harus dibicarakan bersama tim.