Eks Pemain MU Bagikan Resep Sukses untuk Pesepakbola Muda Indonesia

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Mantan penyerang Liverpool dan Manchester United (MU), Michael Owen, memberikan banyak masukan untuk para pesepakbola usia muda Indonesia saat didaulat menjadi salah satu pembicara di international video conference bertajuk Indonesia Youth Football Development (IYOFD) yang diselenggarakan oleh Deputi III Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Rabu (4/11/2020).

Pada kesempatan tersebut, Owen tidak hanya menceritakan perjalanannya untuk menjadi salah satu pemain kelas dunia, namun pemain yang pernah memakai nomor punggung 7 di MU itu juga memberikan sejumlah resep rahasia kepada para pemain muda Indonesia yang bermimpi untuk juga bisa bermain di pentas dunia.

Menurut Owen, kecepatan yang menjadi salah satu keunggulan pemain asal Indonesia sudah seharusnya disyukuri. Pasalnya kecepatan merupakan salah satu faktor kunci yang tidak dimiliki semua manusia di muka bumi.

"Kecepatan menjadi hal paling penting di sepakbola profesional. Kemudian anda harus memiliki tubuh yang mampu melakukan koordinasi secara baik dalam melakukan gerakan. Sayangnya, kedua hal tersebut merupakan bawaan lahir. Barulah setelah anda memiliki kedua modal tersebut, anda bisa menambahkan sejumlah aspek untuk bisa anda memiliki kemampuan bermain sepakbola yang baik,"

"Jika anda ingin menjadi pesepakbola profesional, anda tidak bisa menjadikan sepakbola sebagai hobi. Anda harus benar-benar hidup untuk bermain sepakbola. Sejak anda bangun di pagi hari, harus ada hasrat untuk ingin bermain, berlatih, dan bekerja keras dari dalam diri anda. Saya sendiri, sepakbola mengalir deras di darah saya, yang membuat saya sangat mencintai sepakbola," lanjut pemain yang sempat tiga musim main di MU itu.

Mental

Michael Owen  (AFP/Glyn Kirk)
Michael Owen (AFP/Glyn Kirk)

Kematangan mental, menurut Owen, juga menjadi faktor penting bagi para pemain muda Indonesia yang berhasrat untuk berlaga di pentas dunia. Kematangan memiliki peran penting dalam menjaga konsistensi para pemain muda untuk bisa terus berlatih dan meningkatkan kemampuan yang dimilikinya.

"Saya pertama kali melakoni debut bersama Liverpool saat masih berusia 17 tahun. Kematangan mental yang saya miliki menjadi faktor penting yang akhirnya membuat saya bisa diberi kepercayaan untuk masuk ke skuat utama. Pemain lain mungkin butuh latihan lebih lama, pengalaman lebih banyak, tetapi kematangan mental yang saya miliki membuat saya berbeda dengan pemain lainnya,"

"Sejak masih sangat muda saya bukan saya ingin untuk menjadi pesepakbola profesional, tetapi saya yakin kalau saya akan menjadi pesepakbola profesional. Itulah kenapa saya selalu berusia berlatih untuk meningkatkan kemampuan saya dan bersemangat untuk melampaui halangan yang dihadapkan kepada saya."

Disiplin

Bagi Owen, disiplin dan pola hidup sehat juga merupakan bagian penting dalam pengembangan kemampuan pesepakbola usia muda. Para pemain muda bahkan sudah diharuskan untuk menjalani pola hidup pesepakbola profesional sejak dini.

"Selalu dengarkan apa kata pelatih, selalu memakan makanan sehat, tidur tepat waktu, bekerja keras, dan terus berlatih untuk meningkatkan kemampuan. Jika anda ingin menjadi pesepakbola profesional, maka anda harus menjalani hidup sebagai pesepakbola profesional," imbuh Owen.

Harapan

International video conference bertajuk Indonesia Youth Football Development (IYOFD) yang diselenggarakan oleh Deputi III Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dimaksudkan sebagai salah satu program untuk mendukung Instruksi Presiden (Inpres) Nomor III Tahun 2019 terkait Percepatan Pembangunan Sepakbola Nasional.

Dari diskusi yang dihadiri oleh sejumlah tokoh besar seperti Ketua Umum PSSI Iwan Bule, Menpora Zainudin Amali, mantan pemain Timnas Kurniawan Dwi Yulianto, dan mantan bintang Chelsea Dennis Wise ini, diharapkan bisa melahirkan sejumlah rekomendasi bagi pemerintah dalam merancang program-program pendukung Percepatan Pembangunan Sepakbola Nasional.

Saksikan Video Menarik Ini