Eks Polisi Pembakar Mantan Pacar di Muara Enim Divonis 20 Tahun Penjara

Merdeka.com - Merdeka.com - Terdakwa Andriansyah (25) divonis 20 tahun penjara karena terbukti melakukan pembunuhan dengan cara membakar mantan pacarnya, Nengsi Marlina (23). Keluarga korban dan terdakwa sama-sama mengajukan banding.

Vonis lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum dengan hukuman seumur hidup penjara. Sidang digelar di Pengadilan Negeri Muara Enim, Sumatera Selatan, yang dipimpin majelis hakim Shelli Noveriyanti, Selasa (13/9).

Hakim menilai perbuatan mantan polisi tersebut telah direncanakan secara sadar dengan mengetahui keberadaan korban dan membeli bensin lalu membawanya ke rumah kontrakan korban. Hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum dan menyesali perbuatannya.

"Untuk itu, terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP dan menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 20 tahun," ungkap Shelli saat membacakan vonis.

Sebelum sidang ditutup, terdakwa mengajukan banding karena menilai hukumannya terlalu tinggi. Usai persidangan, keluarga korban juga berencana mengajukan banding karena tidak puas dengan hukuman itu.

"Saya pribadi belum cukup puas karena lebih rendah dari tuntutan. Keluarga kami sudah meninggal, tidak bisa kembali lagi, tapi itu kan tadi banding mudah-mudahan nanti bisa lebih tinggi," kata keluarga korban, Trisnawati.

Diketahui, aksi pembakaran itu terjadi di rumah kontrakan korban di Jalan Ade Irma Suryani di Muara Enim, Sumsel, Kamis (10/3) pukul 22.00 WIB. Ketika itu korban sedang bersama teman wanitanya di dalam rumah.

Kemudian datang Brigpol AN menggunakan sepeda motor. Setibanya, Brigpol AN mematikan meteran listrik kontrakan korban dan membawa sebotol bekas minuman mineral yang diduga bensin.

Pelaku lantas menyiramkan bensin itu ke tubuh korban sambil melontarkan kata-kata kasar dan ancaman pembakaran. Ancaman itu langsung dilakukan pelaku dengan menyalakan korek api gas sehingga menyambar badan korban.

Tanpa diketahui alasannya, pelaku justru berupaya memadamkan api yang membakar korban dengan cara membawanya keluar. Api tak kunjung padam sehingga membuat 80 persen tubuh korban terbakar. Sedangkan pelaku Brigpol AN turut terbakar di bagian wajah, tangan, dan kaki sekitar 40 persen.

Dari informasi yang didapat, kejahatan itu diduga lantaran pelaku tak terima hubungan asmaranya bersama korban yang sudah berjalan selama 1,5 tahun berakhir putus. Korban memutuskan pelaku karena sejak dua minggu terakhir mereka terlibat pertengkaran.

Setelah menjalani perawatan lebih dari dua pekan di ruang ICU RSUD HM Rabain Muara Enim, korban meninggal dunia, Sabtu (26/3) pukul 14.30. Dia sebelumnya masuk ICU sejak hari pertama perawatan dan kondisinya semakin memburuk dan kritis selama tiga hari akibat luka bakar di tubuhnya sekitar 80 persen. [ded]