Profil Roh Tae-woo, Eks Presiden Korsel Meninggal di Usia 88 Tahun

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Seoul - Roh Tae-woo, mantan Presiden Korea Selatan dilaporkan meninggal dunia pada Selasa (26/10/2021) di usianya 88 tahun.

Yonhap melaporkan bahwa Roh belakangan ini dirawat karena kesehatannya yang menurun.

Roh Tae-woo memiliki cerita yang panjang sebagai tokoh nasional Korsel. Ia adalah presiden pertama yang terpilih langsung secara demokratis, serta menjanjikan bahwa rakyat biasa juga bisa terlibat di dunia politik.

Namun, ia juga terlibat dalam Pembantaian Gwangju (1980) yang meninggalkan trauma di Korsel. Demonstrasi di Gwangju dipicu oleh rakyat yang menuntut demokrasi, namun aparat dan penguasa mengambil langkah represif.

KBS World menyebut 165 orang meninggal, 78 orang hilang, dan ribuan lainnya terluka dalam peristiwa tersebut. Perwira top militer dituding memerintahkan prajurit supaya menembak masyarakat sipil.

Ketika Gwangju terjadi, presiden Korsel adalah Chun Doo-hwan. Ia dan Roh Tae-woo merupakan sekutu politik.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pengadilan

Mantan Presiden Korsel, Roh Tae-woo, bersama Ibu Negara Kim Ok-sook. Dok: Yonhap via AP File
Mantan Presiden Korsel, Roh Tae-woo, bersama Ibu Negara Kim Ok-sook. Dok: Yonhap via AP File

Presiden Roh dan Presiden Chun akhirnya diseret ke pengadilan pada 1996. Mereka terlibat suap hingga pembantaian Gwangju.

KBS World menyebut Presiden Roh divonis penjara 17 tahun dan dendan 262 miliar won. Namun, ia mendapat grasi di 1997.

Sementara, Presiden Chun dihukum mati, namun hukumannya dikurangi jadi penjara seumur hidup. Tetapi, ia juga dapat grasi.

Peristiwa Gwangju turut diadaptasi ke film-film di Korea Selatan. Salah satu yang paling terkenal adalah Taxi Driver, dan ada pula film May 18.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel