Eks Striker Persela Tak Rela Laskar Joko Tingkir Terdegradasi

Bola.com, Lamongan - Pentas Shopee Liga 1 2019 tinggal menyisakan tiga laga. Persela Lamongan saat ini bertengger di peringkat ke-14 dengan koleksi 37 poin. Secara matematis, posisi Laskar Jaka Tingkir masih belum aman dari ancaman degradasi.

Empat rival di bawahnya, Barito Putera, Perseru Badak Lampung FC, Semen Padang, dan Kalteng Putra juga berjuang agar tidak terlempar dari kasta tertinggi. Makanya, Dwi Kuswanto dkk. harus fokus dan berjuang hingga laga terakhir.

Di tengah perjuangan keras ini, Persela Lamongan dapat suntikan motivasi dari Oscar Aravena. Mantan pemain asal Chile yang menjadi idola LA Mania ini secara khusus menitip pesan melalui Bola.com agar disampaikan kepada anak asuh Nilmaizar.

"Saya pesan agar semua elemen di Persela, terutama pemain menjaga kekompakan dan saling bahu membahu menyelamatkan tim ini dari degradasi. Saya cinta Persela dan tak rela bila mereka degradasi," kata Oscar Aravena.

Striker dengan ciri khas rambut gondrong ini pernah jadi idola publik Lamongan pada Liga Indonesia 2003. Dia juga penyabet gelar topskorer dengan torehan 31 bersama PSM 2004.

"Saya tak akan lupa dengan Persela Lamongan. Saya mengawali karier di sana. Nama saya jadi terkenal juga karena klub itu. Saya orang pertama yang akan menangis jika Persela turun kasta," ucapnya.

 

Sulit Kembali jika Terdegradasi

Alex Goncalves, striker Persela, saat melawan Kalteng Putra di Stadion Surajaya, Lamongan (11/7/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Persela Lamongan saat ini tengah benar-benar berjuang untuk lepas dari jerat degradasi. Tim berjulukan Laskar Joko Tingkiri itu serius membuktikannya dengan empat kemenangan beruntun dari pekan ke-28 hingga ke-31 Liga 1 2019.

Pesan dari Oscar Aravena pun bisa menjadi motivasi tambahan. Apalagi, Oscar Aravena beranggapan jika Persela turun ke Liga 2 akan sulit untuk kembali ke Liga 1 karena persaingan promosi juga tak kalah berat.

"Tapi saya tetap yakin Persela bisa bertahan di Liga 1. Klub ini sudah beberapa musim kompetisi di level tertinggi. Mereka selalu bisa mengatasi masalah dan lepas dari degradasi," ujarnya.