Eksekusi Kafe di Medan Ricuh, Puluhan Orang Diboyong ke Kantor Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Eksekusi bangunan salah satu kafe di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, berakhir ricuh, Rabu (13/7). Bangunan yang dieksekusi itu bukan hanya kafe, namun juga ada tempat praktik kandungan.

Kericuhan terjadi antara massa pro pemilik kafe dengan aparat kepolisian yang terlibat aksi saling dorong. Puluhan orang akhirnya diboyong ke kantor polisi usai eksekusi bangunan itu.

Salah seorang perwakilan massa, Megawati Simanjuntak, tak terima atas eksekusi bangunan yang dilakukan juru sita dari Pengadilan Negeri Medan.

"Kami bukan perampok. Kami pemilik tanah ini yang sah. Sudah diuji dan mereka gugat tapi kami yang menang. Tetapi mengapa kami yang terusir," katanya.

Kendati massa dengan aparat kepolisian sempat terlibat aksi dorong. Namun, polisi akhirnya mampu mengendalikan situasi dan mengosongkan bangunan tersebut.

Juru sita Pengadilan Negeri Medan, Darwin, mengatakan eksekusi sudah inkrah sesuai penetapan gugatan perkara. Namun, dia tidak memerinci apakah bangunan yang dieksekusi dalam sengketa atau tidak.

"Jadi sudah ada perlawanan-perlawanan dari pihak termohon. Eksekusi dalam hal ini John Robert (pemilik lahan dan bangunan), jadi semua sudah ditolak," terang Darwin

Sementara itu, kuasa hukum dari pihak John Robert yakni Jonni Silitonga, mengatakan kliennya memiliki sertifikat hak milik (SHM) yang sah.

"Kenapa melawan eksekusi? Karena sertifikat ini masih sah milik klien kami," tandasnya. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel