Ekshumasi Selesai, Jenazah Brigadir J Dibawa ke RSUD Sungai Bahar untuk Diautopsi

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim forensik Mabes Polri dan tim independen merampungkan proses ekshumasi atau menggali makam Brigadir J, atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat. Proses penggalian makam dilakukan organisasi masyarakat Pemuda Batak Bersatu (PBB) dengan disaksikan polisi, pihak keluarga hingga kuasa hukum Brigadir J.

Penggalian makam berlangsung sekitar setengah jam dimulai pada pukul 07.35 WIB. Peti jenazah Brigadir J, lalu dikeluarkan dari liang lahat.

Pihak keluarga terlebih dahulu memfoto peti jenazah setelah dibuka tim forensik Mabes Polri dan tim independen. Setelah selesai di foto keluarga, peti jenazah langsung diangkat ke ambulans dibawa ke RSUD Sungai Bahar, untuk dilakukan autopsi ulang.

Organ Tubuh Brigadir J akan Diperiksa di Jakarta

Tim pengacara keluarga Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat, Jhonson Panjaitan sebelumnya mengatakan, beberapa bagian organ tubuh almarhum Brigadir J, dicurigai akibat penganiayaan akan diperiksa dan dibawa ke Jakarta.

Hasil dari pembicaraan disampaikan tim forensik Mabes Polri dengan tim independen serta pihak perwakilan keluarga bahwa untuk memastikan penyebab kematian Brigadir J akan diambil organ tubuh dicurigai untuk diperiksa di Jakarta bukan di Jambi.

"Untuk beberapa organ tubuh dari Brigadir Yoshua akan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan karena di Jambi tidak bisa dilakukan," kata Jhonson Panjaitan di Jambi, Rabu (27/7).

Kemudian dalam melakukan autopsi ulang nanti akan melibatkan banyak pihak di antaranya dari TNI, perguruan tinggi dan dokter perwakilan keluarga yang ditunjuk.

"Hal ini kami lakukan agar hasil pemeriksaan autopsi ulang akan transparan sehingga bisa terungkap kasus ini dengan sebenarnya apa penyebab kematiannya," kata Jhonson.

Pada pelaksanaan autopsi ulang nanti kesepakatan bersama dengan tim Mabes Polri bahwa pihak keluarga juga akan diperbolehkan untuk melihat langsung mulai dari penggalian kuburan hingga pelaksanaannya.

"Untuk sementara ini kesepakatannya kami masih diperbolehkan untuk melihat langsung pelaksanaan otopsi ulang almarhum Brigadir Yoshua," kata Jhonson. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel