Ekspektasi adalah Bayangan yang Diharapkan Jadi Kenyataan, Ini Cara Mengelolanya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Tiap-tiap orang tentunya memiliki keinginan maupun harapan besar di dalam hidupnya. Sehingga tidak heran, apabila banyak orang berusaha dan berjuang keras agar keinganan tersebut bisa terwujud. Kendati demikian, selalu ada peluang kenyataan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, atau istilah lainnya yaitu tidak sesuai dengan ekspektasi.

Mungkin Anda sudah tidak asing dengan istilah ekspetasi di kehidupan sehari-hari. Kata ini memang kerap digunakan saat seseorang berhasil mewujudkan atau mencapai apa yang diinginkan, begitu juga sebaliknya. Jika dilihat arti ekspektasi dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) ekspektasi adalah pengharapan.

Maka, jika dilihat artinya secara umum, pengertian ekspektasi adalah harapan besar yang dibebankan terhadap sesuatu yang bisa memberikan dampak yang baik atau lebih baik. Atau lebih sederhananya, pengertian ekspektasi adalah harapan atau sesuatu yang diinginkan terjadi.

Kendati demikian, tidak semua ekspektasi dapat menjadi kenyataan. Untuk memahami lebih dalam mengenai ekspetasi, berikut ini Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber mengenai apa itu ekspetasi serta cara mengelolanya agar tidak mengganggu kesehatan mental, Senin (1/2/2021).

Pengertian Ekspektasi

Ilustrasi berpikir positif (Photo by Benjamin Davies on Unsplash)
Ilustrasi berpikir positif (Photo by Benjamin Davies on Unsplash)

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ekspektasi adalah suatu harapan atau keyakinan yang diharapkan menjadi kenyataan di masa mendatang. Tapi memang, dalam mencapai ekspektasi tersebut diperlukan tindakan nyata. Pasalnya, banyak orang memiliki ekspektasi tinggi di dalam hidupnya, akan tetapi dirinya tidak melakukan usaha-usaha dengan maksimal. Serta tidak siap untuk menerima konsekuensi jika kenyataan tidak sesuai ekspektasi.

Kata "ekspektasi" sendiri berasal dari bahasa Inggris, yaitu expectation dengan kata dasar expect yang punya arti menyangka atau mengharapkan. Maka bisa disimpulkan, jika ekspektasi adalah harapan besar bahwa sesuatu akan terjadi atau bisa jadi masalah di masa yang akan datang.

Selain itu, menurut para ahli ekspektasi adalah:

Fleming dan Levie (1981)

Ekspektasi adalah sebuah keinginan, cita-cita, maupun harapan terhadap suatu hal. Adapun keinginan tersebut akan diraih dengan tingkah laku serta tindakan yang nyata.

Boeree (2005)

Ekspektasi adalah harapan kesenangan yang tidak konstan, yang timbul dari gagasan tentang sesuatu di masa mendatang. Adapun kesenangan tersebut ada yang diwujudkan dengan tindakan, namun juga ada yang tidak diwujudkan.

Menurut Anderson Dan Chambers (1985)

Ekspektasi adalah segala sesuatu yang diyakini konsumen tentang apa yang akan didapatkannya terkait dengan suatu kinerja produk atau pelayanan tertentu.

Menurut Sutisna

Ekspektasi adalah suatu kepercayaan atau keyakinan individual sebelumnya tentang berbagai hal yang seharusnya terjadi pada situasi tertentu.

Contoh Ekspektasi

Ilustrasi berpikir | Startup Stock Photos dari Pexels
Ilustrasi berpikir | Startup Stock Photos dari Pexels

Ekspektasi dalam dunia kerja

Ekspektasi dalam dunia kerja kerap ditemui. Sebagai contoh, biasanya perusahaan mengharapkan karyawan punya kemampuan yang terbaik, agar memberi dampak maksimal bagi perusahaan. Sementara karyawan punya ekspektasi untuk mendapatkan gaji yang tinggi.

Ekspektasi dalam hubungan manusia

Ekspektasi dalam hubungan manusia juga sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, jalinan hubungan pria dan wanita yang ekspektasinya untuk menikah di masa yang akan datang.

Ekspektasi dalam bidang ekonomi

Ekspektasi ekonomi adalah harapan atau prediksi mengenai perkembangan perekonomian pada periode yang akan datang. Ekspektasi ini meliputi berbagai hal, seperti pertumbuhan produksi, jumlah pengangguran, serta inflasi.

Cara Mengelola Ekspetasi

ilustrasi depresi | pexels.com/@pixabay
ilustrasi depresi | pexels.com/@pixabay

Jangan terlalu ekspektasi pada orang lain

Sebab, tindakan orang lain tidak dapat dikendalikan. Selain itu, Anda tidak bisa meminta orang lain mesti bertindak sesuai apa yang Anda inginkan. Sekali pun Anda memiliki “power” terhadap orang lain, namun Anda tetap tidak bisa mengatur segala sikap dan tindakan orang yang ada di sekitar.

Jadikan ekspektasi realistis

Tiap manusia menginginkan sesuatu hal yang lebih. Tapi, tidak semua yang diinginkan tersebut bisa terpenuhi. Maka, usahakan untuk melihat situasi dan kondisi secara nyata. Selalu sesuaikan dengan kondisi yang ada, sebelum Anda berekspektasi.

Coba sabar

Memang, menerima realitas yang terjadi sering menyesakkan. Namun disitulah peran kesabaran sangat besar. Coba untuk bersabar, baik terhadap diri sendiri, situasi, atau bahkan orang di sekitarmu. Dengan bersabar dan memahami situasi yang ada, setidaknya bisa membuat hati dapat menerima realita dengan lapang dada serta dijalani tanpa terpaksa.

Maafkan diri sendiri

Memang, realita kerap tidak sejalan dengan ekspektasi, apalagi jika disebabkan oleh diri sendiri. Maka dari itu, coba belajar untuk memaafkan. Serta anggap saja bahwa wajar saat manusia melakukan sebuah kesalahan di dalam hidupnya. Sebab, memang tidak ada yang sempurna di dunia ini. Dengan Anda memaafkan diri sendiri, maka semakin mudah juga Anda untuk menerima realita yang ada.

Adaptasi

Selanjutnya, akan lebih baik jika Anda bersikap adaptif terhadap ekspektasi. Tujuannya tidak lain agar Anda tetap dapat menikmati proses yang dijalani, tentu tanpa perlu merasa terbebani dengan segala hal yang sedang ingin dicapai. Apabila cara ini dilakukan, maka rasa stres serta tertekan yang bisa berdampak pada mental breakdown bisa diatasi.