Eksperimen sains baik untuk menstimulasi tumbuh kembang anak

Psikolog anak dari Tiga Generasi Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi mengungkapkan bahwa eksperimen sains baik untuk menstimulasi tumbuh kembang anak dengan maksimal.

"Ada beberapa aspek dalam tumbuh kembang anak, yaitu fisik, intelektual, bahasa dan sosial emosi. Aspek-aspek tersebut perlu didukung dengan berbagai stimulasi yang baik agar tumbuh kembang anak menjadi maksimal," kata Vera saat dijumpai di Einstein Science Project, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis.

"Salah satu bentuk stimulasinya adalah eksperimen sains. Eksperimen sains dapat membantu mengembangkan rasa ingin tahu, pemikiran kritis, dan kemauan belajar pada anak. Selain itu, anak juga dapat belajar urutan, sistematis dan aturan," tambahnya.

Baca juga: "Social distancing" pengaruhi tiga aspek tumbuh kembang anak

Lebih lanjut, Vera juga menjelaskan bahwa hal tersebut penting bagi anak agar dapat menyampaikan urutan peristiwa, sebab-akibat dan memahami arahan orang tua dengan baik. Tak hanya itu, menurut Vera, eksperimen sains juga memberi kesempatan untuk experiential learning & discovery learning pada anak.

Di sisi lain, Founder/Director Einstein Science Project Sarah Hutauruk, MBA mengatakan bahwa hal tersebutlah yang melatarbelakangi hadirnya Einstein Science Project. Dengan hadirnya tempat edukasi ini diharapkan anak-anak akan semakin terinspirasi dan mencintai ilmu sains sejak dini.

"Dilatarbelakangi oleh keinginan menginspirasi anak-anak sejak dini agar mencintai ilmu sains dengan cara yang menyenangkan, Einstein Science Project hadir dengan metode hands-on learning atau pengalaman praktik secara langsung," jelas Sarah.

"Sebagai penyedia pengalaman eksperimen sains interaktif dan menyenangkan, yang diperuntukkan bagi anak usia 3 hingga 12 tahun, kami menyadari pentingnya aktivitas yang disesuaikan dengan tahapan usia perkembangan anak. Oleh karena itu, kami memiliki berbagai macam eksperimen sains yang kami rekomendasikan sesuai dengan usia atau level kelas anak," imbuhnya.

Einstein Science Project menyediakan berbagai area eksperimen. Misalnya seperti Sensory Corner (area bermain dan eksplorasi sensori), Messy Play and Chemical Experiment (area mencoba eksperimen bertema chemical) dan Meja Belajar (area kelas untuk melakukan eksperimen hands-on). Durasi kelas untuk satu eksperimen berkisar selama 60 menit dan 2 eksperimen membutuhkan waktu 90 menit.

"Harapan kami, ESP dapat menjadi learning partner bagi anak dan orang tua," tutup Sarah.

Baca juga: Pola asuh responsif ideal untuk tumbuh kembang anak

Baca juga: Pentingnya dukung tumbuh kembang anak di masa transisi pascapademi

Baca juga: Kak Seto: HAN ingatkan pentingnya memperhatikan tumbuh kembang anak

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel