Eksplorasi Dunia Seni dan Teknologi 3 Dimensi Melalui Virtual Exhibition

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Satu tahun terakhir ini menjadi tahun yang penuh tantangan dan pelajaran bagi kita semua. Berbagai sektor industri seperti mulai dari awal, karena memang tak ada yang memiliki pengalaman untuk menghadapi situasi yang terjadi di tahun 2020 lalu dan masih berlangsung hingga saat ini.

Tidak sedikit juga lho yang harus mengganti cara mengoperasikan bisnisnya atau bahkan beralih ke bentuk bisnis baru yang bisa bertahan dan lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat di situasi ini.

Dalam situasi yang penuh ketidakpastian dan selalu berubah, kita dituntut untuk bisa beradaptasi agar mampu bertahan. Caranya pertama adalah dengan memanfaatkan teknologi yang ada sebaik mungkin. Kedua, menjalin adalah kolaborasi agar bisa saling mengisi kekurangan dan menciptakan sesuatu yang baru yang lebih unik.

Inisiatif kolaborasi antar brand semakin banyak kita lihat beberapa bulan terakhir dan berhasil menghasilkan produk-produk yang menarik, termasuk di sektor industri seni. Saat museum dan galeri ditutup, berbagai art fair dibatalkan, bukan berarti industri seni jadi terhenti. Pameran virtual atau yang sering disebut virtual exhibition menjadi solusi.

Virtual exhibition menjadi ruang bertemunya kembali antara para pelaku seni dan kreatif dan para penikmatnya. Bahkan, bisa menjangkau audiens yang lebih luas dari sebelumnya karena aksesnya yang semakin mudah. Cukup melalui gadget dan koneksi internet, penikmat seni sudah bisa menikmati pengalaman baru melihat berbagai macam karya seni yang mungkin sebelumnya belum pernah dilihat dan tak terpikirkan.

Proses Virtual Exhibition

Ilustrasi seniman. (credit:shutterstock)
Ilustrasi seniman. (credit:shutterstock)

Dalam prosesnya, virtual exhibition melibatkan kolaborasi dari banyak pihak, khususnya antara seniman, kurator, 3D artist, web developer. Untuk para seniman, virtual exhibition bisa memberikan format yang menarik untuk mereka eksplor dalam proses berkarya. Misalnya dilengkapi kuis interaktif, dan games yang bisa mengundang para audience untuk menghadirkan karya-karya yang lebih dinamis. Sehingga bisa dinikmati lebih banyak kalangan.

Para seniman bisa memulainya dengan membuat karya dalam format fisik ataupun digital yang nantinya bakal melalui proses 3D modelling untuk bisa dinikmati secara virtual. Setelah itu, developer akan merancang desain dari dunia virtual yang akan dibentuk.

Ruang Virtual 3D

Virtual exhibition sendiri bentuknya bisa bermacam-macam. Ada yang dibuat dengan memindai ruangan asli menggunakan kamera dan dialihkan ke bentuk ruangan virtual 3 dimensi. Ada juga yang dibuat dengan konsep imajinatif dan mixed media. Biasanya yang ditawarkan dari pameran virtual ini adalah pengalaman yang impresif dan interaktif. Karena merupakan sesuatu yang baru, developer tentu berusaha semaksimal mungkin untuk membuat Navigasi yang mudah dan bisa diakses semua kalangan. Seperti menggunakan tombol keyboard ataupun dengan klik tombol-tombol navigasi yang ada di layar.

Melalui virtual exhibition, para pelaku seni dan penikmatnya bisa mengeksplorasi dunia seni dan teknologi secara bersamaan tanpa khawatir dibatasi oleh jarak dan waktu. Semakin banyak inovasi-inovasi baru yang melampaui imajinasi. Jika kamu ingin menikmati salah satu virtual exhibition yang sedang berjalan, bisa klik di sini sekarang juga! Kamu akan menemukan ekspresi kreatif yang lahir lewat kolaborasi digital dari bidang visual, musik, dan fashion.

(*)