Eksplorasi Minyak Bumi dalam Tahap Perusakan

TRIBUNNEWES.COM,YOGYAKARTA-- Pemanfaatan minyak bumi di tanah air cukup memperihatinkan lantaran proses eksplorasi sendiri sudah mencapai tahap perusakan.

Dikatakan Kepala BP Migas R Priyono, perusakan tersebut terjadi akibat cadangan minyak bumi yang tersedia dipaksa untuk memenuhi kebutuhan domestik yang terus meningkat.

“Istilahnya dipaksa untuk menguras habis cadangan yang ada, padahal idealnya kebutuhan tak melebihi cadangan,” ujarnya ketika ditemui seusai menghadiri acara pembukaan The 41st Convention and Exhibition IAGI “Living with Harmony” di Amarta Ballroom, Melia Purosani, pada Senin (17/9) malam.

Adapun cadangan minyak bumi yang tersedia sekarang, tercatat masih cukup untuk memenuhi kebutuhan antara 10 hingga 14 tahun mendatang.

Namun, cadangan tersebut semakin lama pasti semakin berkurang, sementara kebutuhan dipastikan akan semakin meningkat.

Priyono menambahkan bahwa kebutuhan minyak bumi di Indonesia mencapai 1,3 juta barel setiap hari. Sedangkan eksplorasinya baru bisa mencukupi sekitar 890 barel per hari. Baru pada tahun 2014, produksi minyak bumi bisa mencapai 1,1 juta barel per hari dengan penambahan produksi di Blok Cepu.

“Oleh karena itu mau tidak mau harus melirik sumber energi lainnya dan mencari sumber cadangn minyak bumi lainnya,” jelasnya.

Terkait hal itu, pihaknya kini tengah menyasar cadangan minyak bumi di perbatasan Indonesia dengan Australia tepatnya di Marela. Lokasi ini menyimpan cadangan minyak sangat besar hingga mencapai 14 Triliun Cubic Feet (tcf). Hingga kini, proses tender di Marela tengah berjalan, dan direncakan pada 2017 mendatang sudah dimulai proses eksplorasi.

Dengan demikian, tambahnya, iklim investasi di Indonesia sebenarnya masih sangat menarik. Terlebih banyak diantaranya cadangan minyak yang belum tergarap semisal di daerah Indonesia bagian timur yakni di Sulawesi dan Irian Jaya. Sayangnya, pihaknya kerap kali terkendala dengan kebijakan daerah yang tidak menyambut adanya eksplorasi.

“Daerah sering tidak welcome dengan adanya eksplorasi, padahal penting untuk mencari sumber cadangan minyak lainnya,” pungkasnya.

Berita Terkait: Pemilihan Gubernur DKI
  • Ketua KPPS Penyebar Buku Gelap Jokowi Minta Maaf
  • Ketua KPPS Penyebar Buku Gelap Jokowi Tak Mau Mengaku
  • Ketua KPPS Pengedar Buku Black Campaign Jokowi Tertangkap
  • Di Dunia Maya, Jokowi Diprediksi Kalahkan Foke-Nara
  • APPSI Nilai Panwaslu Tidak Professional
  • Jakarta Butuh Green Leadership
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.