Eksponen Presiden Mahasiswa Bentuk Pandawa Nusantara

·Bacaan 1 menit

VIVA – Sejumlah eksponen presiden mahasiswa atau presma, dengan aktivis intra kampus, membentuk organisasi Persaudaraan Aktivis dan Warga Nusantara (Pandawa Nusantara). Mereka ini sebelumnya pernah membentuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) SI dan BEM Nusantara di tahun 2000-an. Maman Abdurrahman ditunjuk secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pandawa Nusantara.

Acara dimulai dengan silaturahmi para anggota yang dilaksanakan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Sekjen Pandawa Nusantara Faisal Anwar, lalu memberi penjelasan kenapa harus ada organisasi ini serta visi dan misinya. Termasuk demokrasi dan ekonomi yang dianut organisasi.

Sementara Ketua Umum Pandawa Nusantara, Maman Abdurrahman mengingatkan bahwa organisasi tersebut awalnya dibentuk bersama oleh mantan anggota BEM di Jabodetabek. Maman yang juga Wakil Ketua Komisi VII DPR itu menegaskan, organisasi ini harus bermanfaat bagi bangsa dan negara.

“Kehadiran Pandawa Nusantara ini dalam konteks kepentingan kelompok maupun pribadi harus mampu memberikan kemanfaatan buat kita semua,” kata Maman Abdurrahman dalam keterangannya, dikutip Minggu 29 Agustus 2021.

Dilanjutkan oleh Faisal, dengan visi dan misi yang ditetapkan oleh organisasi tersebut, maka harus bisa ditransformasikan. Terutama dalam penguatan peran para pemuda.

"Khususnya aktivis dan mantan aktivis kampus serta warga masyarakat dalam membangun ekosistem demokrasi sebagai pandangan dan tatanan kehidupan bersama dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara.” kata Faisal.

Setelah sambutan acara, Sekjen Pandawa Nusantara, Faisal Anwar membacakan deklarasi pembentukan Pandawa Nusantara secara resmi. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Bendera Pataka Pandawa Nusantara oleh Ketua Umum Pandawa Nusantara diikuti dengan perwakilan para anggotanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel