Ekspor Juni 2021 Tertinggi Sejak 2011, Perdagangan RI-China Makin Jadi

·Bacaan 1 menit

VIVA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor Indonesia pada bulan Juni 2021 merupakan ekspor tertinggi sejak Agustus 2011. Pada bulan Juni 2021 ini diketahui, ekspor Indonesia mencapai US$18,55 miliar.

"Ekspor Juni 2021 merupakan ekspor tertinggi sejak Agustus 2011, di mana agustus 2011 sebesar US$18,67 miliar," kata Kepala BPS, Margo Yuwono menjawab pertanyaan wartawan, Kamis 15 Juli 2021

Baca juuga: Perhimpunan Hotel dan Restoran Makassar Adakan Vaksinasi Gratis

Ia menjelaskan secara year on year atau dibanding Juni 2020, ekspor RI naik sebesar 54,46 persen. Sedangkan secara bulanan atau dibanding Mei 2021 naik 9,52 persen. Untuk non migas, pangsa ekspor Indonesia pada bulan juni adalah ke Tiongkok dengan nilai US$4,13 miliar atau sebesar 23,88 persen.

"Komoditasnya adalah bahan bakar mineral, besi dan baja. serta minyak hewan atau nabati," kata dia.

Di posisi kedua, pangsa ekspor Indonesia adalah ke Amerika Serikat dengan pangsa pasar 12,34 persen dan nilai US$2,14 miliar. Komoditasnya adalah aksesoris, rajutan, karet, barang dari karet hingga alas kaki.

"Ketiga adalah Jepang ekspor kita US$1,36 miliar atau 7,87 persen pangsanya. dengan komoditas utama bijih perak dan abu logam, mesin dan perlengkapan elektrik," katanya.

Hampir sama dengan ekspor, kinerja impor pada Juni 2021 yang mencapai US$17,23 miliar juga cukup tinggi. Setidaknya paling tinggi sejak 2018. "Impor Juni tertinggi sejak Oktober 2018," katanya

Dari sisi impor RI, ternyata Tiongkok juga juga jadi negara dengan yang paling tinggi. Nilai impor non migas dari Tiongkok sebesar US$4,74 miliar atau 31,73 persen dari total impor Indonesia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel