Ekspor Karet Sumut Tahun 2011 Naik 5,4 Persen

  • Tak becus garap geotermal, Dahlan pecat bos PLN dan Pertamina?

    Tak becus garap geotermal, Dahlan pecat bos PLN dan Pertamina?

    Merdeka.com
    Tak becus garap geotermal, Dahlan pecat bos PLN dan Pertamina?

    MERDEKA.COM. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyiapkan sanksi untuk Direktur Utama PLN Nur Pramudji dan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dalam masalah pemanfaatan panas bumi menjadi sumber energi listrik. Menurut Dahlan, energi panas bumi atau geotermal selama ini tidak dimanfaatkan karena ada ketidakcocokan harga antara PLN dan Pertamina. …

  • Pemuda Ini Dapatkan Milliaran Rupiah Dengan Membuat Jutaan Orang Terta …

    Pemuda Ini Dapatkan Milliaran Rupiah Dengan Membuat Jutaan Orang Terta …

    Studentpreneur
    Pemuda Ini Dapatkan Milliaran Rupiah Dengan Membuat Jutaan Orang Terta …

    Bayangkan betapa bahagianya kalau Anda berhasil membuat puluhan juta orang tertawa, namun juga mendapatkan uang sampai puluhan milliar rupiah? Ray Chan, anak muda dari Hong Kong berhasil mewujudkannya dengan menciptakan situs komedi populer 9GAG. Tanyalah pada anak muda yang berusia di bawah 30 tahun, kebanyakan dari mereka adalah pengunjung setia 9GAG. Bahkan, saking populernya di Indonesia, sampai ada situs-situs lokal yang berusaha menjadi 9GAG-nya Indonesia. Saat ini, 9GAG dikunjungi oleh …

  • Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    Tempo
    Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    TEMPO.CO, Jakarta - Meskipun memiliki pasokan bahan baku kertas yang besar, Indonesia masih kalah dari Singapura dalam hal ekspor produk cetakan. Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jimmy Junianto mengatakan saat ini nilai ekspor barang cetakan Indonesia baru mencapai US$ 226 juta, hanya seperenam dari nilai ekspor produk cetakan Singapura yang sebesar US$ 1,5 miliar. …

Medan (ANTARA) - Volume ekspor karet Provinsi Sumatera Utara mulai Januari hingga November 2011 naik 5,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu atau mencapai 495.046.042 kilogram.

"Kenaikan volume ekspor itu menggembirakan dan diperkirakan tahun 2012 ini akan naik lagi karena kebutuhan meningkat meski dampak krisis global masih dirasakan," kata Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaah Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah, di Medan, Senin.

Kenaikan volume ekspor di tahun 2011 itu semakin menggembirakan karena secara total nilai eskpor komoditas itu juga naik meski harganya sempat anjlok dalam beberapa bulan terakhir 2011.

Nilai ekspor yang naik itu dipicu melonjaknya harga jual sejak awal tahun yang berada di kisaran 4 dolar AS per kg


"Tetapi meski anjlok, harga jual nyatanya tidak sampai di bawah 3 dolar AS per kg seperti yang dikhawatirkan menyusul melemahnya permintaan dan terjadinya tekanan harga jual akibat krisis ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa," katanya.

Dia mengakui hingga untuk pengapalan Januari 2012, harga ekspor karet Indonesia jensi SIR 20 masih bertahan di kisaran 3 dolar-an atau 3,2 dolar AS per kg dan bahkan untuk transaksi di Februari turun menjadi 3,243 dolar AS per kg.

"Tetapi menurut perkiraan, harga karet bisa naik lagi karena harga minyak mentah diduga akan naik pada awal tahun ini, katanya.

Kenaikan harga minyak mentah biasanya membuat harga karet alam terdongkrak naik akibat pembeli beralih ke karet alam ketimbang karet sintesis yang akan semakin mahal.

Pedagang karet di Sumut, M. Harahap, mengatakan, harga bahan olah karet (bokar) di pabrikan masih bertahan rendah di kisaran Rp25.200 - Rp27.200 per kg akibat masih rendahnya harga ekspor.

Pasokan getah karet dari petani sendiri masih ketat yang dipicu produksi yang turun dan libur akhir tahun 2011, katanya.

Petani karet di Labuhan Batu Selatan, K Siregar, menyebutkan, stok getah petani semakin tipis karena musim hujan membuat penderesan terganggu.

Stok yang sedikit dan harga jual yang cenderung tetap murah di kisaran Rp13.000 - Rp15.000 per kg itu membuat petani masih khawatir.

"Kalau harga terus anjlok hingga tahun ini, petani jelas semakin kesulitan.Apalagi ada kemungkinan harga berbagai barang kebutuhan semakin mahal," katanya.

Dia mengakui, meski dewasa ini petani kesulitan, tetapi masih lebih baik dibandingkan pada saat krisis moneter di tahun 1997/1998 dimana saat itu bokar tidak laku dijual meski dengan harga murah menyusul anjloknya harga dan permintaan ekspor.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...