Ekspor Kian Bergairah, Bea Cukai Siapkan Pelayanan Prima

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Produk Indonesia terus merambah pasar internasional. Hal ini salah satunya merupakan kontribusi Bea Cukai dalam upayanya memacu ekspor produk dalam negeri di berbagai wilayah di Indonesia.

Bea Cukai Yogyakarta kembali mengawal kegiatan ekspor langsung. Sebanyak 729 px automotive wiring harness telah diekspor sebanyak tiga kali sepanjang bulan Maret 2021. Barang tersebut diangkut langsung oleh pesawat Antonov yang terbang dari Johor Baru, Malaysia dan setelah mendarat di Yogyakarta akan menuju Hanoi dan meneruskan perjalanan ke Amerika.

“Nilai devisanya mencapai 2.152.441,35 USD atau jika dikonversi, nilainya mencapai Rp30 miliar,” ungkap Hengky Aritonang, Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta.

Selain memberikan pelayanan ekspor, petugas juga mengawasi pemasukan barang ekspor ke sarana pengangkut dan melakukan pemeriksaan pesawat.

Selain itu terdapat juga ekspor 46 ton automotive wiring harness yang diangkut dengan menggunakan kapal Volga Dnepr yang merupakan charter flight dengan rute Yogyakarta-Hanoi-Amerika. Komoditi tersebut dihasilkan oleh dua perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat yaitu PT. Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia dan PT. Jatim Autocomp Indonesia.

Seakan tidak ada hentinya, Bea Cukai Yogyakarta juga memfasilitasi ekspor rambut palsu ke Amerika Serikat yang diproduksi oleh salah satu perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat, PT Dong Young Tress Indonesia. Sebanyak 549 karton dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Emas pada 11 Maret 2021 lalu. Komoditi ekspor tersebut ditaksir nilainya mencapai 173.170,4 USD atau sekitar Rp2,5 Miliar.

Sementara itu, Bea Cukai Ambon juga memberikan pelayanan ekspor kepada PT Peduli Laut Maluku yang mengekspor komoditi ikan tuna ke Narita, Jepang. Kali ini 10,763 ton fresh tuna whole dalam 104 Box dengan berat sekitar 103 kg/box diekspor dan menyumbang devisa untuk negara sebesar 5.381.500 Yen Jepang atau USD 49,427.54.

“Dengan adanya rute ini menandakan semakin mengeliat lagi pertumbuhan ekspor terutama di sektor perikanan serta menandakan rute ini menjadi alternatif yang dapat memberi keuntungan lebih bagi eksportir karena memangkas waktu penerbangan yang semula melalui rute Soekarno Hatta Jakarta,” kata Saut Mulia, Kepala Kantor Bea Cukai Ambon.

(*)