Ekspor Minyak Mentah Meroket 545 Persen Sejak Januari 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Indonesia periode Januari-April 2021 mencapai USD 67,38 miliar, naik 24,96 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, nilai kumulatif ekspor sejak Januari 2021 tersebut mayoritas berasal dari produk non-migas, yang secara keseluruhan menyumbang porsi hingga 96,64 persen.

"Ekspor kumulatif non-migas mencapai USD 63,78 miliar atau naik 24,84 persen (secara tahunan dari periode sama tahun sebelumnya)," jelas Suhariyanto dalam sesi teleconference, Kamis (20/5/2021).

Sementara ekspor migas pada Januari-April 2021 tercatat sebesar USD 3,6 miliar atau sekitar 5,36 persen dari total ekspor pada kurun waktu tersebut.

Namun, angka itu masih naik 27,14 persen dibanding jumlah ekspor periode sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar 2,84 miliar.

Adapun kenaikan secara tahunan tersebut turut dibantu oleh ekspor produk minyak mentah, yang melejit 545,69 persen dibanding periode Januari-April 2021.

Menurut catatan BPS, ekspor minyak mentah pada 4 bulan awal 2020 lalu hanya sebesar USD 194,5 juta. Kiriman ekspor minyak mentah meroket menjadi USD 1,25 miliar pada Januari-April 2021.

Secara porsi, produk minyak mentah menyumbang porsi 1,87 persen dari total ekspor Indonesia. Jumlah tersebut masih kalah dibanding produk gas yang memainkan peran sebesar 2,78 persen.

Akan tetapi, ekspor gas selama Januari-April 2021 menyusut hingga minus 12,72 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Ekspor gas turun dari USD 2,15 miliar menjadi sekitar USD 1,87 miliar.

Indonesia Cetak Ekspor USD 18,48 Miliar di April 2021

Sejumlah truk masuk ke dalam kapal di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (4/12/2020). Deputi Bidang Perekonomian Setkab Satya Bhakti Parikesit menyampaikan upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemi pemerintah telah mengeluarkan stimulus di sektor perdagangan. (merdeka.com/Imam Buhori)
Sejumlah truk masuk ke dalam kapal di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (4/12/2020). Deputi Bidang Perekonomian Setkab Satya Bhakti Parikesit menyampaikan upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemi pemerintah telah mengeluarkan stimulus di sektor perdagangan. (merdeka.com/Imam Buhori)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia capai USD18,48 miliar di April 2021. Nilai tersebut naik 0,69 persen dibandingkan Maret sebesar USD18,35 miliar dan naik sebesar 51,94 persen dibanding April 2021 yang sebesar USD12,16 miliar.

"Pada April 2021 ini nilai ekspor kita adalah sebesar USD18,48 miliar," ujar Kepala BPS Kecuk Suhariyanto melalui Youtube BPS, Jakarta, Kamis (20/5).

Suhariyanto mengatakan, ekspor Indonesia dipengaruhi oleh naiknya berbagai harga komoditas sepanjang April 2021. Beberapa di antaranya adalah timah, aluminium, emas dan kelapa sawit.

"Ada beberapa komoditas nonmigas yang mengalami peningkatan harga yang mengalami kenaikan harga. Seperti timah, aluminium, emas dan kelapa sawit," jelasnya.

Suhariyanto mencontohkan, harga emas pada bulan lalu tercatat naik sebesar 2,13 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Bahkan jika dibandingkan dengan tahun lalu harganya naik 4,6 persen.

"Emas dari bulan Maret ke bulan April 2021 juga meningkat 2,13 persen secara year on year meningkat 4,6 persen sebaliknya ada beberapa komoditas nonmigas yang dari bulan Maret ke bulan April mengalami penurunan harga 9,10 persen meskipun secara year on year meningkat 61, 41 persen," katanya.

Berbeda dengan komoditas non migas, komoditas migas seperti ICP justru mengalami penurunan harga. Dimana pada Maret 2021 harganya USD 63,5 per barel turun menjadi USD61,926 per barel.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel