Ekspor mutiara NTB meningkat jadi Rp82,35 miliar pada 2021

·Bacaan 2 menit

Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Mataram mencatat nilai ekspor mutiara laut dari Nusa Tenggara Barat ke berbagai negara mencapai Rp82,35 miliar pada 2021 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp8,79 miliar.

Menurut dia, kenaikan nilai ekspor mutiara laut NTB yang relatif tinggi tersebut disebabkan karena bertambahnya negara tujuan ekspor seiring relatif membaiknya kondisi perekonomian global, meskipun masih dalam situasi pandemi COVID-19.

"Permintaan mutiara laut NTB dari berbagai negara mengalami peningkatan pada 2021 dibanding tahun sebelumnya, bahkan pada awal 2022 sudah mulai ramai pengiriman ke luar negeri," kata Kepala BKIPM Mataram Obing H.A, di Mataram, Minggu.

Ia menyebutkan tujuan ekspor mutiara laut NTB pada 2021, yakni Australia senilai Rp78,63 miliar, China senilai Rp745,23 juta, Hong Kong senilai Rp2,66 miliar, India senilai Rp279 juta, Taiwan Rp2 juta, dan Amerika Serikat senilai Rp76,40 juta.

Pada 2020, lanjut Obing, ekspor mutiara laut NTB hanya ke empat negara, yakni Australia senilai Rp5,49 miliar, Hong Kong senilai Rp2,93 miliar, India senilai Rp366 juta, dan Uni Emirat Arab senilai Rp8,51 juta.

"Mutiara laut NTB memang punya kualitas tersendiri, mudah-mudahan nilai ekspornya pada tahun ini bisa lebih tinggi lagi dari tahun sebelumnya," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya akan terus memberikan pendampingan kepada pelaku usaha komoditas perikanan, khususnya yang berpotensi ekspor agar mereka tetap komitmen menjaga mutu dan kualitas produk yang dikirim ke luar negeri.

"Makanya, sebelum mutiara dikirim, kami mengecek dulu keasliannya dan memantau budi daya kerangnya, jangan sampai ada penyakit di kerang, setelah lulus pemeriksaan baru diterbitkan sertifikat ekspornya," ucap Obing.

Koordinator Tata Pelayanan BKIPM Mataram Ni Luh Anggra Lasmika menambahkan mutiara laut NTB sudah lama terkenal di berbagai negara dan dijuluki mutiara laut selatan (Sea South Pearl).

"Mutiara laut yang terkenal di kawasan Asia adalah dari Indonesia, khususnya yang dibudidayakan di perairan laut Lombok. Jadi jenis mutiara laut selatan itu sangat sulit dibudidayakan di perairan negara lain," katanya.

Baca juga: Awal 2021, asosiasi sebut penjualan mutiara di NTB meningkat 50 persen

Baca juga: Perajin gembira, buyers dari 4 negara mulai beli mutiara Lombok

Baca juga: IKM tenun dan mutiara NTB diharapkan terus berkembang

Baca juga: Pengrajin NTB khawatirkan maraknya mutiara sintetis Tiongkok

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel