Ekspor Sumsel terus membaik di tengah pandemi

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 2 menit

Nilai ekspor Sumatera Selatan terus membaik terhitung sejak awal 2021 setelah sempat dihantam dampak pandemi COVID-19 mulai akhir Februari 2020.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan Endang Tri Wahyuningsih di Palembang, Kamis, mengatakan nilai ekspor Maret 2021 mencapai 360,59 juta dolar AS (USD) setelah pada Maret 2020 melorot menjadi 264,56 juta USD. Sementara pada Maret 2019 (sebelum COVID-19) mencapai 319,62 juta USD.

“Pergerakan hampir serupa juga terjadi pada Januari hingga Februari 2021. Ini artinya perekonomian mulai bergerak pulih,” kata Endang.

Baca juga: BPS: Ekspor Maret 2021 bagus sekali, tertinggi sejak Agustus 2011

Walau pada Maret 2021 terjadi penurunan nilai ekspor dibandingkan Februari 2021 sebesar 1,82 persen tapi secara tahunan year on year (dibandingkan Maret 2020) terjadi peningkatan yang cukup signifikan yakni 36,30 persen.

Peningkatan ini dipengaruhi oleh pergerakan ekspor nonmigas yang mencapai pertumbuhan 41,70 persen, sementara migas mengalami penurunan 39,75 persen.

“Ini merupakan kemajuan bagus di Sumsel semoga bisa mendongkrak ekonomi di tengah COVID-19,” kata dia.

Jika ditelisik perkembangan ekspor migas dan nonmigas pada Maret 2021 diketahui terjadi pergerakan yang berlawanan, yang mana ekspor migas masih berperforma negatif dibandingkan dua tahun sebelumnya, yakni hanya 10,58 juta USD pada Maret 2021.

Baca juga: Jatim ekspor produk perikanan senilai 14,4 juta dolar AS

Sementara sebaliknya, ekspor nonmigas mampu mencatatkan nilai ekspor yang lebih tinggi dibandingkan dua tahun sebelumnya yakni 350,02 juta USD pada Maret 2021.

Secara sektor, ekspor industri berupa karet remah, bubur kertas, minyak kelapa sawit masih menjadi penyumbang terbesar bagi Sumsel pada Maret 2021 dengan total 268,11 juta USD. Disusul, pertambangan (batu bara) 78,19 juta USD, migas 10,58 juta USD dan pertanian (kelapa, lada hitam, ikan budidaya) 3,72 juta USD.

Sektor industri menjadi penyumbang 77,33 persen dari total ekspor Sumsel selama Maret 2021, disusul pertambangan 21,71 persen, migas 2,67 persen dan pertanian 0,95 persen.

Secara bulanan jika dibandingkan Februari 2021, terjadi penurunan nilai ekspor untuk sektor pertanian sebesar 16,38 persen, kemudian industri sebesar 2,81 persen dan migas 15,65 persen, hanya sektor pertambangan saja yang tumbuh positif 5,03 persen.

Namun secara tahunan (yoy) terfdapat tiga sektor yang tumbuh positif yakni pertanian (11,97 persen), industri (49,68 persen), pertambangan (21,10 persen), hanya migas yang tumbuh negatif 39,75 persen.

“Ini capaian yang baik bagi Sumsel karena ekspor industrinya bagus, kemudian ada peluang lain yakni ekspor pertanian yang selalu positif walau kontribusi belum sampai satu persen,” kata Endang.