Eksportir Indonesia tawarkan komoditas laut ke Singapura

Adi Lazuardi
·Bacaan 2 menit

Sebanyak 14 eksportir Indonesia menawarkan beragam komoditas laut kepada importir Singapura, dalam webinar yang digelar KBRI Singapura, Rabu.

Duta Besar RI untuk Singapura, Suryopratomo, menyampaikan, webinar hasil kerja sama dengan Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) RI, Seafood Industries Association Singapore (SIAS) dan Singapore Food Agency (SFA) itu untuk menjembatani hubungan bisnis di antara kedua negara, demi meningkatkan ekspor bidang perikanan dari Indonesia.

Webinar menampilkan 14 eksportir dari Indonesia yang memiliki pabrik dan lokasi yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia, di antaranya PT Jala Sembilan, PT Fresh Ontime Seafood, PT Prima Pangan Madani, PT Nusantara Alam Bahari, PT Bumi Menara Internusa, PT Kelola Mina Laut, dan PT Kausar Maritim Jaya.

Perusahaan-perusahaan itu pada umumnya mengekspor komoditas perikanan olahan dan produk beku.

Dari Singapura, webinar diikuti sekitar 50 importir dari berbagai perusahaan yang tergabung di SIAS.

Dubes Suryopratomo menyatakan, sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi di bidang kelautan dan perikanan yang harus dapat dimanfaatkan dengan baik.

KBRI Singapura siap membantu eksportir yang mengalami kendala dalam melakukan ekspor ke Singapura.

Sementara itu, Chairman Seafood Industries Association Singapore, William Tan, menyampaikan Indonesia merupakan salah satu negara utama pemasok produk perikanan ke Singapura.

Perwakilan dari Seafood Association Singapore, Peh Zi mengatakan, impor komoditas perikanan Indonesia ke Singapura mencapai 22 persen dari total impor seafood keseluruhan.

Berbagai komoditas yang diimpor dari Indonesia diantaranya udang, cumi-cumi, kepiting dan berbagai jenis ikan.

Meski begitu, Direktur Pemasaran KKP, Machmud Sutedja mengatakan terjadi tren penurunan ekspor komoditas perikanan ke Singapura pada tahun 2019 dan 2020.

Hal itu menandakan masih ada peluang yang belum dioptimalkan untuk meningkatkan ekspor produk perikanan ke Singapura.

Kegiatan webinar dilanjutkan dengan pertemuan satu lawan satu. Eksportir dan importir dapat berdiskusi lebih intens dan spesifik mengenai produk-produk yang diminati dan ditawarkan.

KBRI mencatat 20 pertemuan "one-on-one" yang dilaksanakan.

KBRI berharap webinar dan pertemuan one-on-one dapat meningkatkan ekspor komoditas perikanan Indonesia ke Singapura dan ke seluruh dunia secara signifikan.