Ekstrom Khawatir Era DTM GT3 Dibanjiri Pay Driver

Rachit Thukral
·Bacaan 2 menit

DTM bakal mengalami transformasi besar tahun ini, ketika mobil Class One dengan downforce tinggi digantikan mesin GT3 yang relatif lebih lambat dan lebih mudah dikemudikan.

Perubahan tersebut juga akan menandai akhir dari partisipasi pabrikan di DTM, yang mana tim-tim privateer sekarang diharuskan untuk meningkatkan anggaran mereka sendiri.

DTM selalu dikenal menarik talenta top. Banyak pembalap datang dari kejuaraan lain, seperti Formula 1 yang berbaur dengan pendatang baru dari F3 Eropa, untuk membentuk salah satu grid paling kompetitif di kejuaraan mana pun.

Namun keinginan terlibat pada balap mobil listrik dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong pabrikan melihat ajang lain, menjadikan DTM sebagai kejuaraan yang dipimpin privateer.

Dua kali juara DTM dan pembalap Audi, Mattias Ekstrom, pun khawatir citra DTM bakal berubah dengan cepat saat era GT3 bergulir nanti. Pasalnya, tim-tim privateer kemungkinan lebih menyukai pembalap yang didukung kekuatan finansial.

“Saya pikir DTM akan selalu berusaha memposisikan diri sebagai kejuaraan dengan pembalap terbaik dari yang terbaik,” kata Ekstrom kepada Motorsport.com tahun lalu.

“Dan seringkali, yang terbaik dari yang terbaik juga memiliki permintaan yang lebih tinggi dalam hal permintaan keuangan dan sebagainya.

“Bagi saya yang tidak memiliki dukungan pabrikan, akan sangat sulit menjadi menarik bagi pembalap dan tim yang berada pada tingkat profesional, serta yang tidak membiayai diri mereka sendiri dengan gentleman driver.

“Jika DTM akan mulai jadi platform seperti itu, maka gentleman driver atau pay driver akan datang. Saya pikir itu akan sangat cepat mengubah citra kejuaraan.

“Dari tempat di mana pembalap terbaik mengemudi, jadi tempat di mana orang bisa membayar untuk balapan. Itu adalah satu hal yang saya khawatirkan dan saya juga takut (DTM) akan berakhir seperti itu.”

Baca Juga:

Nico Muller Masih Tak Terima Gagal Raih Titel DTM 2020 Team Rosberg Konfirmasi Bakal Tetap Tampil dalam DTM Musim Depan, Bos DTM Targetkan 20 Mobil Peserta