Elektabilitas Jokowi Meroket Terus, Prabowo Enggan Komentar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, enggan mengomentari tingginya popularitas dan elektabilitas Joko Widodo sebagai calon presiden.

Bagi Prabowo, kemungkinan untuk menyandingkan dirinya dengan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai pasangan presiden dan wakil presiden 2014-2019 juga tak perlu dibahas.

"Saya kira tidak perlu spekulasi. Ini kan demokrasi, kita susun caleg, kita sodorkan gagasan. Kalau hari ini survei (mengatakan) A, besok B, kitakan sudah ada cara. Kita ikuti proses demokrasi ini tahap demi tahap," ujar Prabowo di Kompleks Metropole, Jl. Pegangsaan 21, Cikini, Jakarta, Jumat (14/6/2013).

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu mengatakan partainya sudah memiliki cara bagaimana untuk membangun bangsa.

"Kita kerja turun ke rakyat. Gerindra punya gagasan yang bisa bawa negara ke arah lebih baik," terang pensiunan jenderal bintang tiga TNI AD itu.

Sekedar informasi, Gerindra sudah menyatakan akan mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Namun, untuk wakil presidennya, Gerindra belum mengumumkan.

Sementara itu, Gerindra dan PDI Perjuangan memiliki hubungan 'mesra'. Dua partai oposisi itu kini menempatkan kadernya sebagai gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta.

Banyak pihak juga mengatakan semakin tingginya elektabilitas dan popularitas Prabowo berkat sosok Jokowi itu sendiri. Namun, kini dalam berbagai survei, Jokowi berada di atas Prabowo.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.