Elipitua Bertekad Balas Kekalahan Petarung Indonesia dari Wakil Filipina di One Champhionship

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta- Elipitua Siregar punya ambisi besar pada ajang pertana One Championship di tahun 2022. Pria berjuluk The Magician itu ingin mengalahkan petarung asal Filipina Robin Catalan.

Pertarungan Elipitua melawan Robin dijadwalkan akan berlangsung pada Jumat (14/1/2021) pada ajang bertajuk One: Heavy Hitters yang digelar di Singapore Indoor Stadium, Singapura.

Menghadapi Robin, pemilik catatan empat kemenangan dalam lima laga di One Championship ini bertekad membela harga diri bangsa dari sang musuh abadi.

Seperti diketahui, sebelumnya petarung Filipina tersebut telah mengalahkan dua jagoan MMA Indonesia, Adrian “Papua Badboy” Mattheis dan Stefer “The Lion” Rahardian, secara dominan. Adrian kalah lewat kuncian pada 2018 lalu di Guangzhou, China, sedangkan Stefer harus tunduk lewat putusan mutlak di depan pendukung sendiri di Istora Senayan Jakarta pada 2019 silam.

“Keinginan saya adalah harus bisa menang telak, bahwa kedua senior saya ini kalah mungkin karena belum yakin saja [saat itu], walau memiliki kemampuan yang sangat bagus – entah gugup atau mungkin karena mendengar bahwa Robin Catalan itu juara dunia wushu atau apa pun, kita kan tidak tahu. Semoga bisa [menang] secepatnya di ronde pertama,” ujar Elipitua Siregar dalam keterangan tertulis

“Saya ingin membuktikan saya bisa menang telak, dan bahwa mereka itu kalah bukan karena kemampuannya kurang, tetapi mungkin karena hal lainnya. Saya beranggapan bahwa kedua senior saya ini berkemampuan bagus, dan seharusnya bisa menang saat itu,” lanjut pria berdarah batak ini.

Modal Bagus

Petarung One Fighting Championship, Elipitua Siregar (Liputan6.com / Luthfie Febrianto)
Petarung One Fighting Championship, Elipitua Siregar (Liputan6.com / Luthfie Febrianto)

Elipitua punya modal bagus untuk membalas dua kekalahan seniornya. Ia selalu tampil dominan di One Championship dengan catatan empat kemenangan kilat – tiga lewat kuncian dan satu lewat KO/TKO.

Bahkan, satu-satunya kekalahan yang ia derita pun terjadi dalam laga yang ia dominasi. Saat menghadapi Liu Peng Shuai dari China di Bangkok, Thailand, pada Februari 2019 lalu, petarung berjuluk “The Magician” ini tampil agresif sepanjang ronde pertama dan kedua. Namun, sebuah teknik kimura tak terduga dari sang lawan berhasil mencuri kemenangan pada ronde ketiga.

Terlebih, saat ini Elipitua berlatih bersama para pemilik pukulan besi di Bali MMA yang bisa jadi senjata andalan saat menghadapi Robin Catalan. Seperti diketahui, petarung 31 tahun ini merupakan juara wushu dan Muay Thai di Filipina.

“Pastinya pelatih striking Bali MMA seperti Kru Don dan Kru Saechan itu sangat penting [untuk mengasah permainan saya], karena mereka memang dikenal sebagai pelatih legendaris. Sebuah kebanggaan bagi saya untuk dilatih secara langsung oleh pelatih kelas dunia seperti mereka,” ungkap Elipitua.

Sang Lawan

Robin Catalan memang bukan lawan sembarangan. Selain jadi juara wushu dan Muay Thai, Ia telah meraih lima kemenangan dalam MMA di ONE dengan dua diantaranya lewat finis.

Tapi, Elipitua tak silau dengan raihan sang rival. Ia telah berkorban banyak jelang laga karena harus menjalani persiapan jauh dari keluarga di Sumatra. Ia bahkan rela terbang ke Bali dan melewatkan kebersamaan natal.Selain itu, Bali MMA juga menjadi wadah bagi para petarung internasional dari berbagai negara. Selama masa persiapan, Elipitua sengaja berlatih dengan atlet yang berbadan lebih besar darinya demi membiasakan diri.

“Jika dibilang bahwa kemampuan Muay Thai Robin itu bagus, di Bali MMA juga banyak yang lebih bagus lagi dari dia, dan kita sehari-hari sudah berlatih bersama,” urai Elipitua.

“Nah, saya sekarang sparing dengan [petarung Malaysia] Muhammad Aiman, Lamhot Buha dan Prawira yang ada satu divisi di atas saya. Mereka itu juga memiliki

kemampuan Muay Thai yang bagus,” lanjutnya.Selain itu, di Bali MMA juga ada Stefer, petarung yang mengerti betul gaya tanding Robin Catalan. Tips serta masukan dari Stefer bisa jadi kunci bagi kemenangan Elipitua.

“Sudah pasti masukannya berguna, karena nanti ada kemungkinan saya akan berangkat bersama Stefer ke Singapura. Jika semuanya lancar – dan mudah-mudahan tidak ada halangan – saya akan berangkat bersama Stefer,” sambung Elipitua.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel