Elon Musk Bantah Klaim Beli Twitter Karena Dorongan Donald Trump

Merdeka.com - Merdeka.com - Elon Musk, bos Tesla dan SpaceX membantah klaim dari bos Truth Social Devin Nunes bahwa mantan Presiden Donald Trump telah mendorong dia untuk mengakuisisi Twitter sebelum dia mencapai kesepakatan pembelian dengan dewan direksi perusahaan.

"Ini salah. Saya tidak memiliki komunikasi, secara langsung atau tidak langsung, dengan Trump," bantah dia melalui tweet-nya yang dilaporkan The New York Post, Selasa (10/5).

Sebelumnya, Nunes, CEO Trump Media & Technology Group, menyatakan bahwa Trump-lah yang mendorong Elon Musk untuk mengambil alih meskipun Truth Social dan Twitter adalah pesaing.

"Presiden Trump, pada dasarnya sebelum Elon Musk membelinya, pernah mengatakan kepadanya untuk membeli media sosial itu," kata dia.

"Itulah mengapa kami mendorong Elon Musk untuk membelinya, karena seseorang harus menghadapi para tiran teknologi ini. Donald Trump ingin memastikan bahwa rakyat Amerika mendapatkan suara mereka kembali dan bahwa internet terbuka dan itulah yang kami lakukan," tambah Nunes.

Sayangnya, ketika bantahan Elon Musk ditanyakan kembali ke pihak mereka, seorang juru bicara Trump Media & Technology Group menolak untuk mengomentarinya. [faz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel