Elon Musk Batal Beli Twitter, Ini Alasannya

Merdeka.com - Merdeka.com - Elon Musk membatalkan kesepakatan pembelian Twitter seharga USD 44 miliar atau sekitar Rp 635 triliun. Musk mengatakan, alasan pembatalan tersebut karena perusahaan media sosial itu tidak menyertakan informasi terkait akun palsu atau spam di platformnya.

Dalam pengajuan ke Security and Exchange Comission (SEC) pada Jumat, pengacara Musk mengatakan Twitter gagal atau menolak menanggapi sejumlah permintaan terkait informasi akun palsu, yang menurutnya sangat penting untuk performa bisnis perusahaan.

"Kadang-kadang Twitter mengabaikan permintaan Bapak Musk, kadang-kadang menolak (permintaan tersebut) atas alasan itu tidak dapat dibenarkan, dan kadang-kadang (Twitter) mengklaim akan mematuhi (permintaan tersebut) sementara mereka memberikan Bapak Musk informasi yang tidak lengkap atau tidak dapat dipergunakan," jelas pengacara Musk dalam pengajuan tertulisnya.

"Twitter melakukan pelanggaran material terhadap beberapa ketentuan Perjanjian itu, tampaknya telah membuat pernyataan palsu dan menyesatkan yang dipercayai Bapak Musk ketika memasuki Perjanjian Merger," lanjutnya, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (10/7).

Twitter belum menanggapi permintaan komentar terkait pembatalan ini.

Pimpinan Twitter, Bret Taylor mengatakan dalam tweet-nya pada Jumat malam, "Dewan Twitter berkomitmen menutup transaksi pada harga dan syarat yang disepakati bersama dengan Musk dan berencana mengambil langkah hukum untuk melaksanakan kesepakatan merger".

Salah satu syarat dalam perjanjian tersebut ialah mewajibkan Musk membayar denda senilai 1 miliar jika dia tidak menyelesaikan transaksi.

Dewan Twitter secara bulat sepakat menjual platform tersebut pada April lalu senilai Rp 635 miliar. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel