Elon Musk Dikabarkan Ingin Potong Biaya Infrastruktur Twitter

Merdeka.com - Merdeka.com - Elon Musk telah meminta timnya di Twitter untuk melakukan penghematan hingga USD 1 miliar, terutama untuk biaya infrastruktur tahunan dengan memotong layanan cloud dan ruang server ekstra. Informasi itu didapatkan dari dua sumber yang menceritakannya kepada Reuters.

Dilaporkan CNBC, Minggu (5/11), perusahaan media sosial yang baru saja dibeli Elon Musk ini menginginkan penghematan yang ekstra hingga USD3 juta per hari dari biaya infrastruktur.

Di satu sisi, apa yang dilakukan Musk dengan melakukan efisiensi dari sisi infrastruktur, dikhawatirkan berhadapan dengan risiko buruk. Risiko buruk yang dimaksud adalah ketika lalu lintas trafik Twitter naik pada momen tertentu, maka tak menutup kemungkinan platform tersebut akan mengalami gangguan akses.

Atas kabar tersebut, Twitter tidak segera menanggapi permintaan konfirmasi dari CNBC. Terlepas itu, Musk memang nampaknya akan beres-beres internal Twitter selepas dirinya beli.

Beragam langkah ekstrim pun dilakukan. Seperti halnya akan memangkas 50 persen karyawannya atau sekitar 3.700 pegawai yang tersebar di seluruh dunia. Dugaan rencana itu mulai terendus manakala memo internal perusahaan bocor. Dalam memo itu menyinggung skema karyawan yang di PHK atau tidak.

PHK adalah bagian dari strategi Musk untuk mengendalikan operasional Twitter. Pasalnya, menurut kajian yang dilakukan Musk, saat ini biaya operasional lebih besar dibandingkan dengan pendapatan perusahaan.

"Saat ini, biaya operasional melebihi pendapatan. Jadi itu bukan situasi yang bagus untuk masuk. Jadi harus ada rasionalisasi jumlah karyawan dan operasional agar pendapatan lebih besar daripada pengeluaran. Jika tidak, Twitter sama sekali tidak layak atau tidak bisa tumbuh," kata Musk. [faz]