Elon Musk hingga China Larang Mata Uang Kripto Bikin Harga Bitcoin Tertekan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Harga bitcoin melemah tajam pada perdagangan Selasa, 18 Mei 2021, dan melanjutkan aksi jual pada pekan lalu. Hal tersebut didorong sentimen negatif dari Elon Musk hingga ketentuan pemerintah China.

Harga bitcoin turun lebih dari 13 persen ke posisi terendah USD 38.585,86 atau sekitar Rp 552,42 juta (asumsi kurs Rp 14.317 per dolar AS), menurut data CoinDesk. Posisi tersebut terendah sejak 9 Februari, yang turun di bawah USD 40.000.

Namun, bitcoin kembali naik di atas USD 40.000. Meski demikian, harga bitcoin masih turun sekitar 12 persen. Sentimen negatif selama seminggu terakhir telah menekan bitcoin.

Pada 12 Mei 2021, CEO Tesla Elon Musk menuturkan, pihaknya telah menangguhkan pembelian kendaraan memakai bitcoin. Hal ini lantaran masalah lingkungan yang disebut proses "penambangan" komputasi. Di sini komputer bertenaga tinggi digunakan untuk memungkinkan transaksi memakai bitcoin.

Komentar Musk menyebabkan kapitalisasi pasar mata uang kripto susut USD 300 miliar atau sekitar Rp 4.296 triliun (asumis kurs Rp 14.320 per dolar AS).

Pengumuman untuk menangguhkan pembayaran bitcoin datang hanya tiga bulan setelah Tesla mengungkapkan beli bitcoin senilai USD 1,5 miliar pada Februari 2021. Tesla juga akan mulai menerima bitcoin untuk pembayarna produknya.

Awal pekan ini, CEO Tesla mengatakan kemungkinan menjual bitcoin tetapi klarifikasi kalau belum menjual bitcoin apapun. Pada Selasa, tiga bank China dan pembayaran mengeluarkan pernyataan yang memperingatkan lembaga keuangan untuk tidak melakukan bisnis terkait mata uang digital termasuk berdagang dan menukar mata uang dengan uang kripto.

Sikap keras China pada mata uang digital bukan hal baru. Pada 2017, pihak berwenang menutup pertukaran mata uang kripto lokal dan melarang apa disebut penawaran koin awal.

Trader di China pernah sumbang bagian besar dari pasar bitcoin, tetapi setelah tindakan keras, pengaruhnya berkurang signifikan. Operasi mata uang kripto China pindah ke luar negeri. Bitcoin masih naik 40 persen year to date (ytd) dan lebih dari 300 persen dalam 12 bulan terakhir.

Ether dan Dogecoin Melemah

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Mata uang kripto lainnya juga tertekan. Ether, mata uang digital yang menggerakkan blockchain Ethereum, turun hampir 16 persen pada USD 2.960,29. Harga dogecoin merosot 16 persen menjadi USD 0,4189.

Dalam 24 jam, kapitalisasi pasar mata uang kripto susut USD 270 miliar atau sekitar Rp 3.866,25 triliun.

Bitcoin turun sekitar 38 persen dari level tertinggi sepanjang masa di posisi USD 64.829,14 yang dicapai pada pertengahan April. Head of Business Development di bursa kripto Luno, Vijay Ayyar menuturkan, penurunan 30 persen-40 persen adalah normal untuk pasar bitcoin yang cenderung menguat.

"Jadi ini sangat diharapkan setelah kami mencapai USD 64.000," ujar dia dilansir dari CNBC, Rabu (19/5/2021).

Ia menunjukkan koreksi sekitar 35 persen pada Januari 2021, serta penurunan serupa selama kenaikan besar harga bitcoin pada 2017. "Kami pasti mendekati dasar sekitar USD 38.000-USD 40.000,” kata dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel