Elon Musk Jual Saham Tesla Senilai Rp 15,7 Triliun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Elon Musk dikabarkan menjual sahamnya di Tesla dengan nilai USD 1,1 miliar atau setara Rp 15,7 triliun. Hal ini diketahui dari pengajuan keuangan pada SEC, pada Rabu, 10 November 2021.

Mengutip CNBC, Kamis (11/11/2021), Elon Musk menjual satu blok saham Tesla yang telah direncanakan pada 14 September tahun ini. Jumlah saham yang dilepas adalah 930.000 lembar dengan nilai lebih dari Rp 15,7 triliun.

Meski sudah melepas 930.000 lembar saham, Elon Musk masih memegang lebih dari 170 juta lembar saham.

Diketahui, Elon Musk menjual saham ini sebagian untuk memenuhi kewajiban pajak, terkait dengan pelaksanaan opsi saham.

Sebelumnya orang terkaya di dunia ini meminta 62,5 juta follower Twitter-nya untuk memilih dalam jajak pendapat, memberi tahu suara mereka akan menentukan masa depan kepemilikan sahamnya di Tesla.

Namun, ternyata Elon Musk memang sudah merencanakan penjualan saham sejak beberapa waktu lalu.

Sejalan dengan polling Twitter itu, nilai saham Tesla sempat jatuh lebih dari 15 persen pada Senin dan Selasa, sebelum kembali naik 4 persen pada Rabu.

Elon Musk sebelumnya juga mengisyaratkan dirinya akan menjual sebagian besar opsi sahamnya pada kuartal keempat 2021. Pada penampilannya di Code Conference, September lalu, Elon Musk mengatakan, saat opsi sahamnya berakhir di Tesla, tarif pajak marjinalnya akan mencapai lebih dari 50 persen.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Buat Bayar Pajak

Elon Musk. (dok.Instagram @elonrmuskk/https://www.instagram.com/elonrmuskk/?hl=id/Henry)
Elon Musk. (dok.Instagram @elonrmuskk/https://www.instagram.com/elonrmuskk/?hl=id/Henry)

Sebelumnya, CEO Tesla Elon Musk men-tweet polling di Twitter, isinya meminta pendapat ke warganet, apakah Elon Musk harus menjual saham di Tesla atau tidak.

Elon Musk menyebut dirinya akan memenuhi janji jika sebagian besar pengguna Twitter memilih 'ya'. Dalam polling tersebut dikatakan, saham yang mau dijual Elon Musk adalah 10 persen sahamnya di Tesla. Kurang lebih nilai saham setara dengan USD 25 miliar atau setara Rp 356,1 triliun.

Pengguna Twitter pun berbicara. Mengutip USA Today, Selasa (9/11/2021), sekitar 58 persen responden Twitter memilih 'ya' untuk polling Elon Musk.

"Banyak dari keuntungan yang belum direalisasikan sebagai sarana penghindaran pajak, jadi saya mengusulkan untuk menjual 10 persen saham Tesla saya," kata Elon Musk, melalui cuitan.

Elon Musk mengatakan, apa pun yang terjadi dirinya akan mematuhi hasil polling warganet.

Dengan cuitan tersebut, tampaknya Elon Musk menanggapi rencana politisi Partai Demokrat AS yang menyarankan agar miliarder membayar pajak khusus. Ada 700 miliarder yang bisa dikenai pajak kekayaan ini, termasuk Elon Musk.

Akui Cuma Punya Pajak

Elon Musk berjalan dari pusat peradilan di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Senin (12/7/2021). Pemegang saham telah menggugat Musk dan anggota dewan Tesla lainnya dengan tuduhan kesepakatan yang terjadi pada 2016 merupakan bailout SolarCity. (AP Photo/Matt Rourke)
Elon Musk berjalan dari pusat peradilan di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Senin (12/7/2021). Pemegang saham telah menggugat Musk dan anggota dewan Tesla lainnya dengan tuduhan kesepakatan yang terjadi pada 2016 merupakan bailout SolarCity. (AP Photo/Matt Rourke)

Pajak yang dimaksud dinilai perlu dibayarkan karena keuntungan yang belum direalisasi dari aset mereka, seperti saham.

Sabtu lalu di Twitter, Elon Musk menulis, penjualan saham Tesla menjadi satu-satunya cara baginya untuk membayar pajak, di bawah sistem yang berlaku.

"Sebagai catatan, saya tidak akan mengambil gaji tunai atau bonus dari mana pun. Saya hanya punya saham, jadi satu-satunya cara bagi saya untuk membayar pajak pribadi adalah dengan menjual saham," kata Elon Musk.

(Tin/Ysl)

Infografis Tentang Miliarder

Pendatang baru miliarder dunia
Pendatang baru miliarder dunia
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel