Elon Musk Kena Kepret gara-gara Monyet

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Aksi Elon Musk yang menanamkan implan chip di otak seekor monyet menyebabkan kehebohan di kalangan netizen. Konten tersebut memperlihatkan foto dan video seekor monyet berusia 9 tahun bernama Pager sedang bermain video game Pong. Raksasa teknologi Neuralink milik Elon Musk mengunggahnya di akun Twitter resmi @neuralink.

Dikatakan heboh karena suara netizen terpecah. Ada yang memuji karena menunjukkan kekuatan implan saraf untuk membantu manusia yang kehilangan kendali salah satu anggota tubuh mereka. Sementara yang menolak justru menyerang penelitian yang dilakukan Neuralink.

Bagi mereka yang tidak setuju langsung memberi cap rekaman video tersebut 'sakit'. Para netizen ini lalu meminta Elon Musk dan Neuralink untuk menghentikan pekerjaannya. Tapi mereka tidak bergeming.

Menurut Neuralink, ada dua chip yang ditanam di kedua sisi otak Pager. Chip tersebut membaca sinyal listrik di otak monyet, dan lebih anehnya lagi, memungkinkan para peneliti untuk terhubung ke Pager melalui ponsel pintar atau smartphone, seperti dikutip dari situs Express, Selasa, 13 April 2021.

Perusahaan yang didirikan pada 2016 itu menjelaskan chip tersebut memungkinkan monyet untuk mengontrol video game favoritya, Pong. Tapi Pager tidak menginginkan kemenangan dari permainan ini melainkan bermain untuk mendapatkan smoothie pisang dari sedotan logam.

Setiap kali Pager memukul bola ping pong digital dengan dayung, maka langsung diberi hadiah makanan yang lezat. Chip buatan Neuralink yang ditanam di otak Pager memungkinkan dirinya mengontrol dayung game hanya dengan pikirannya tanpa menggunakan tangan.

"Satu hal yang Neuralink izinkan untuk dilakukan Pager adalah memainkan Pong. Untuk mengontrol dayung di sisi kanan layar, Pager hanya berpikir tentang menggerakkan tangannya ke atas atau ke bawah. Kami telah melepas joystick," demikian keterangan resmi Neuralink.

Meski tampak aneh, Elon Musk yakin antarmuka otak komputer ini akan membuka dunia baru bagi para penyandang disabilitas. Neuralink akan memungkinkan orang dengan kelumpuhan untuk menggunakan ponsel pintar lebih cepat daripada seseorang yang menggunakan jempol.

"Misi kami untuk mengembangkan sistem BMI (Brain Machine Interface) klinis yang aman dan efektif yang bersifat nirkabel dan bisa ditanamkan. Kendati demikian, prosesnya masih perlu disempurnakan," ungkap peneliti Neuralink, dikutip dari laman blog perusahaan.