Elon Musk Mau Bikin Terowongan di Bawah Kota Miami

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Elon Musk mengatakan ke Wali Kota Miami bahwa perusahaannya Boring Company akan membangun terowongan sepanjang 3,2 Km di bawah Kota Miami, Florida, AS.

Uniknya, terowongan di bawah kota besutan Elon Musk digadang-gadang "hanya" membutuhkan investasi sebesar USD 30 juta (setara Rp 420 miliar). Padahal sebelumnya pejabat perhubungan setempat menyebut setidaknya dibutuhkan USD 1 miliar untuk membangun infrastruktur serupa.

Mengutip The Verge, Minggu (7/2/2021), kepada Wali Kota, Elon Musk juga mengatakan, The Boring Company dapat menyelesaikan pekerjaan konstruksi terowongandalam waktu enam bulan. Sementara pekerjaan serupa sebelumnya dilaporkan baru bisa kelar dalam 4 tahun.

Ikuti cerita dalam foto ini https://story.merdeka.com/2303605/volume-5

Melalui cuitan di akun Twitter resminya, @FrancisSuarez, Wali Kota Miami Francis Suarez menyebut dirinya baru saja berbicara dengan Elon Musk mengenai proyek terowongan di bawah Kota Miami.

"Elon Musk fokus untuk mencoba menghadirkan proyek baru yang akan memiliki utilitas maksimum bagi penduduk kami, dengan jumlah uang yang paling sedikit. Urutan besarnya dalam penghematan itu signifikan," kata Suarez dalam sebuah video yang diunggahnya di Twitter.

Elon Musk sendiri pertama kali menginformasikan ide membangun terowongan di bawah Kota Miami pada 18 Januari 2020 melalui Twitter.

"Mobil-mobil dan truk yang terjebak dalam kemacetan menghasilkan megaton gas beracun dan partikulat, tetapi jalan terowongan @boringcompany di bawah Miami akan menyelesaikan (kemacetan) lalu lintas dan menjadi contoh bagi dunia," kata Elon Musk.

Sudah Bicara dengan Gubernur dan Wali Kota

Usai Diganti, Terungkap Nama Panggilan Anak Elon Musk. (dok.Instagram@elonrmuskk/https://www.instagram.com/p/CA3xxHOnycu/Henry)
Usai Diganti, Terungkap Nama Panggilan Anak Elon Musk. (dok.Instagram@elonrmuskk/https://www.instagram.com/p/CA3xxHOnycu/Henry)

Dalam cuitannya, Elon Musk mengatakan dirinya sudah berbicara dengan Gubernur Floria Ron DeSantis mengenai ide membangun terowongan di bawah kota Miami.

"Jika Gubernur dan Wali Kota ingin ini dilakukan, kami akan melakukannya," kata Elon Musk.

Sementara itu, Wali Kota Suarez mengatakan, dirinya akan berbicara dengan Gubernur DeSantis serta wali kota wilayah Miami-Dade.

"Saya pikir kami memiliki kesempatan unik untuk membuat proyek signature tidak hanya untuk Miami, tetapi untuk dunia," katanya.

Pembuatan terowongan di bawah Miami jelas tidak mudah. Pasalnya kota ini dibangun di atas batu kapur. Rintangan tersebut menjadi alasan proyek ini akan menghabiskan investasi dengan nilai tinggi.

Hal ini juga akan membantu membuat biaya pembuatan terowongan di bawah Port of Miami yang panjangnya kurang dari satu mil tetapi menelan biaya sekitar USD 700 juta.

The Miami Herald melaporkan, batuan dasar kapur dan dampak dari kenaikan permukaan air laut termasuk hal-hal yang dibicarakan oleh Musk dan Wali Kota Suarez. Meskipun tidak jelas sejauh mana pembahasan masalah ini.

Sebelumnya, Elon Musk juga pernah berbicara tentang menggali terowongan di bawah tanah dengan panjang seperti gedung pencakar langit.

Tentang Boring Company

Uji coba mesin terowongan The Boring Company. (Foto: Dream)
Uji coba mesin terowongan The Boring Company. (Foto: Dream)

Sekadar informasi, Boring Company adalah perusahaan yang didirikan Elon Musk pada 2016. Perusahaan ini telah memulai beberapa proyek di AS pada tahun-tahun sebelumnya.

Kini, perusahaan tengah membuat layanan transportasi yang memakai mobil Tesla untuk bepergian melalui terowongan-terowongan. Layanan komersial pertama perusahaan kini hampir selesai di bawah Las Vegas Convention Center.

Boring Company juga baru-baru ini mengumumkan perluasan layanan transportasi dalam kota besar-besaran yang akan melayani Strip ke bandara.

Perusahaan juga sedang bernegosiasi untuk pembuatan terowongan di San Bernardino County, California.

Namun, ada upaya lain yang tak berjalan dengan baik, misalnya proyek di Chicago dan terowongan yang pembangunannya dibatalkan di Los Angeles Barat.

(Tin/Isk)