Elon Musk Meramal Sekelompok Orang akan Mati di Mars

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pendiri SpaceX, Elon Musk, tidak merahasiakan ambisinya untuk mengubah Planet Mars sebagai pemukiman manusia. Prinsip dasar di balik ide ini adalah perusahaan luar angkasa pribadinya akan menciptakan kehidupan multiplanet. Awal tahun lalu dirinya mengumumkan rencana untuk mengirim satu juta orang ke planet merah pada 2050.

Miliarder mobil listrik Tesla itu memperingatkan bahwa tidak semua orang akan berhasil kembali ke Bumi. Pergi ke Mars seperti Ernest Shackleton yang promosi pergi ke Benua Antartika. Mereka tahu itu berbahaya, tidak nyaman, dan perjalanannya sangat jauh.

Baca: Mau Investasi Bitcoin, Perhatikan Dulu yang Satu Ini

"Anda mungkin tidak akan kembali hidup-hidup dari sana (Mars). Tetapi ini adalah petualangan sekaligus pengalaman yang luar biasa. Ya, sejujurnya sekelompok orang mungkin akan mati pada awalnya, karena sulit untuk pergi ke sana," kata Musk, dengan entengnya berbicara, seperti dikutip dari Express, Sabtu, 24 April 2021.

Pria keturunan Afrika Selatan itu juga berencana membangun 1.000 Starship selama 10 tahun, atau setara dengan 100 pesawat luar angkasa per tahun. Tujuan akhirnya adalah meluncurkan rata-rata tiga Starship per hari dan membuat perjalanan ke Mars tersedia bagi siapa saja.

"Harus sedemikian rupa sehingga siapa pun dapat pergi jika mereka mau dengan pinjaman tersedia bagi mereka yang tidak punya uang," ujar dia. Elon Musk juga berjanji kepada mereka yang ingin mendaftar untuk pergi ke planet tetangga Bumi itu bahwa akan ada banyak pekerjaan di Mars.

Misi Elon Musk ke Mars telah dikritik oleh para ilmuwan terkemuka dari seluruh dunia. Lord Martin Rees, astrofisikawan top Inggris, baru-baru ini menggambarkan gagasan itu sebagai khayalan yang berbahaya.

Baru-baru ini Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) juga dilaporkan memberi lampu hijau kepada SpaceX untuk mengirim manusia selanjutnya ke Bulan. "NASA telah memilih Starship untuk mendaratkan astronot pertama di permukaan Bulan sejak program Apollo. Kami dengan rendah hati membantu @NASAArtemis mengantarkan era baru eksplorasi ruang angkasa manusia,” jelas NASA.

Sebelumnya, bandar judi dunia berani bertaruh jika Elon Musk dan Grimes akan menjadi pasangan pertama yang sampai dan menikah di Mars. Alasannya, karena penyanyi asal Kanada ini mengaku jika dirinya siap mati di planet merah itu, sedangkan Musk berambisi mengirim manusia ke sana sebelum 2030.

Alhasil, pasangan tersebut menjadi favorit para bandar judi untuk dijadikan taruhan. Bahkan, salah satu bandar judi kakap, Paddy Power, telah memberi pasangan ini angka 50:1 untuk menikah dan menetap di Mars.