Elon Musk Tolak Perintah Lockdown

Krisna Wicaksono, Fajria Anindya Utami

CEO Tesla, Elon Musk mengumumkan bahwa akan membuka pabrik mobil miliknya. Ia mengklaim akan memulai kembali produksi dengan melanggar peraturan Alameda County.

Keputusan tersebut menyusul ledakan tajam eksekutif Twitter dalam beberapa pekan terakhir yang menolak perintah lockdown yang dimaksudkan untuk membendung penyebaran pandemi virus corona. Dalam sebuah tweet pada hari Senin (11/5/2020), Musk mengatakan dia akan berada di pabrik dan berhubungan dengan semua orang.

"Jika ada yang ditangkap, dia mentweet,"Saya meminta hanya saya." katanya dilansir CNN Business di Jakarta, Selasa (12/5/2020)

Musk berpendapat bahwa pembatasan yang diberlakukan oleh Alameda County untuk menutup bisnis yang tidak penting termasuk pabrik Fremont Tesla, terlalu agresif dan inkonstitusional.

Pada hari Sabtu, perusahaan mengajukan gugatan federal terhadap county. Musk juga mengancam akan merelokasi manufaktur Tesla keluar dari California.

Dalam sebuah pernyataan Senin sore, para pejabat daerah mengatakan mereka sedang bernegosiasi dengan Tesla mengenai rencana untuk membuka kembali pabrik lebih lengkap.

Musk telah mendapat dukungan dari beberapa orang di pemerintahan Trump. Seperti Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan kepada CNBC bahwa pemerintah California harus bekerja lebih keras untuk membuka kembali ekonomi lokal.

Namun, Gubernur Gavin Newsom mengatakan setiap daerah dapat dibuka kembali sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Sekali lagi, ini penegakan yang dipimpin oleh kabupaten," katanya.

Newsom menambahkan bahwa ia mengharapkan county untuk memungkinkan Tesla dibuka kembali pada paling cepat minggu depan berdasarkan pemahamannya tentang interaksi antara perusahaan dan pejabat lokal.