Elpiji 3 Kilogram Langka di Depok

TEMPO.CO, Depok - Tabung gas bersubsidi 3 kilogram langka di Depok. Kelangkaan ditengarai karena permintaan masyarakat yang semakin tinggi dan pembatasan kuota dari distributor. Erwin Piliang, 45 tahun, pemilik sub-agen LPG di Jalan H Asma Wiraya, Beji, Depok mengatakan, sebulan ini dia menerima tabung gas dari distributor tak sampai separuh dari biasanya. "Bulan lalu bisa 400 tabung setiap hari, sekarang paling 200 tabung untuk tiga hari," kata Erwin saat ditemui di tokonya, Senin, 13 Mei 2013.

Erwin tidak tahu alasan distributor membatasi pengiriman. Informasi yang sempat dia dengar karena pasokan dari Pertamina di Stasiun Pengisian Bahan EPG (SPBE) di Jalan Abdul Wahab Sawangan juga berkurang. "Kalau yang 12 kilogram tetap ada. Mungkin karena yang kecil disubsidi," katanya.

Meski terjadi kelangkaan, sejauh ini tidak ada kenaikan harga untuk gas jenis tabung tersebut, masih Rp 15 ribu per tabung, sementara harga di tingkat distributor Rp 13.500. "Di daerah lain sekarang sudah naik," katanya.

Para pengusaha tabung gas tidak bisa mengambil alternatif meminta pasokan dari daerah lain. Aturannya, pendistribusian gas berlaku per wilayah. Jika terjadi kelangkaan di Depok, para sub-agen tak boleh meminta pasokan dari daerah lain. "Jika mengambil di daerah lain, maka akan dikenakan sanksi, denda, atau penutupan usaha," katanya.

Informasi berbeda dari Ricky, pengelola sub-agen gas LPG Bintang Buana. Menurut dia, Pertamina tidak membatasi kuota. Kelangkaan terjadi karena jumlah permintaan masyarakat yang naik hingga 100 persen. "Dari Pertamina biasa saja. Ini karena permintaan masyarakat banyak," kata dia.

Sub-agen ini biasa mengambil 1-2 truk per hari dengan isi 560 tabung per truk. Mereka memasok dari PT Armi Yabi Gemilang yang berlokasi di Pesona Khayangan, Depok. Menurut Ricky, kenaikan permintaan masyarakat terjadi sejak bulan lalu. Hal itu membuat mereka kewalahan karena pasokan dari distributor tak bisa ditambah. "Akibatnya ada pangkalan yang sudah seminggu enggak kami kasih," katanya.

Ia menyebutkan, saat ini ada lebih dari sepuluh pangkalan di bawahnya. Pangkalan ini akan mendistribusikan ke warung-warung yang menjual ke masyarakat. Sebelum terjadi kenaikan permintaan, setiap pangkalan biasanya diberikan 100-200 tabung. Namun, kini terjadi permintaan menjadi 200-300 tabung per pangkalan. "Ya kami hanya mampu kirim 50 persen dari yang mereka minta."

Ricky mengatakan, dalam keadaan seperti ini mereka berkomitmen tidak menaikan harga. Dari Bintang Buana, pengusaha pangkalan membeli dengan harga Rp 12.750 per tabung, sementara dari pangkalan ke warung seharga Rp 13.500. "Nyampe ke masyarakatnya Rp 15 ribu."

ILHAM TIRTA

Topik Terhangat:

Teroris | Edsus FANS BOLA | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

Berita Lainnya:

Tiap Tahun, Ada 10-15 Kasus Penyiksaan Buruh

Beda Perbudakan Buruh Orba dan Sekarang

Polisi Takut Tangkap Anggota TNI Beking Bos Panci

Kisah Buruh Panci yang Kabur dan Ditangkap Tentara

Polisi Beking Bos Pabrik Panci Terancam Dipidana

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.