EMA waspadai kemunculan varian-varian baru COVID-19

Badan Pengawas Obat-obatan Eropa (European Medicines Agency/EMA) tetap mewaspadai kemunculan varian-varian baru COVID-19, yang terus bermutasi dengan kecepatan tinggi, kata seorang pejabat badan tersebut pada Jumat (2/9).

"Berdasarkan data, Eropa masih mengalami peredaran varian Omicron BA.5, meskipun puncak gelombang (wabah) pada musim panas telah terjadi beberapa pekan lalu di banyak negara anggota," kata Marco Cavaleri, kepala strategi vaksin dan ancaman kesehatan EMA, dalam konferensi pers virtual dari Amsterdam.

"EMA masih terus memantau situasi untuk lebih memahami tren gelombang baru dan bersiap menghadapi gelombang baru, yang selalu sangat sulit untuk diprediksi," kata Cavaleri.

Pejabat itu menyebut situasi di India sebagai contoh, di saat subvarian Omicron BA2.75 menyebar lebih cepat dari varian-varian lainnya. Pada Kamis (1/9), EMA merekomendasikan penggunaan dua jenis vaksin COVID-19 yang telah disesuaikan dengan varian Omicron dari Pfizer/BioNTech dan Moderna.
Pejabat itu menyebut situasi di India sebagai contoh, di saat subvarian Omicron BA2.75 menyebar lebih cepat dari varian-varian lainnya. Pada Kamis (1/9), EMA merekomendasikan penggunaan dua jenis vaksin COVID-19 yang telah disesuaikan dengan varian Omicron dari Pfizer/BioNTech dan Moderna.

"Mengingat virus tersebut terus bermutasi dengan kecepatan tinggi, kami melacak semua varian baru untuk dapat mengantisipasi kemunculan variant of concern," lanjut Cavaleri. "Terutama, varian BA2,75 yang saat ini menyebar di India perlu dipantau dengan cermat."

Pada Kamis (1/9), EMA merekomendasikan penggunaan dua jenis vaksin COVID-19 yang telah disesuaikan dengan varian Omicron dari Pfizer/BioNTech dan Moderna.
Pada Kamis (1/9), EMA merekomendasikan penggunaan dua jenis vaksin COVID-19 yang telah disesuaikan dengan varian Omicron dari Pfizer/BioNTech dan Moderna.