Emak-Emak Catat, Harga Minyak Goreng Masih Mahal hingga Awal 2022

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perdagangan (Kemendag) memprediksi harga minyak goreng akan terus meningkat sampai awal tahun 2022. Hal itu disebabkan karena terjadi kenaikan harga crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit di seluruh dunia.

“Ini berpotensi terus bergerak, dan kita memprediksi sampai kuartal I -2022 pun masih meningkat terus, karena termasuk sebagai komoditi Oke supercycle harganya melonjak tajam,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan, dalam diskusi Indef PEI 2022: Pemulihan di Atas Fundamental Rapuh, Rabu (24/11/2021).

Menurutnya, komoditas CPO sebagai komoditas supercycle memiliki kelebihan dan disisi lain menimbulkan dampak negatif terhadap harga minyak goreng jika harga CPO meningkat, maka kemungkinan harga minyak goreng juga akan naik terus.

“Untuk itu saat ini Pemerintah sudah berbicara dengan para produsen untuk menginformasikan secara rutin kepada masyarakat tentang posisi harga minyak goreng ini setiap waktu. Sehingga ini harus ada edukasi kepada masyarakat bahwa beberapa komoditi akan kemungkinan naik,” ujarnya.

Oke menegaskan, yang tak kalah penting bahan baku penolong juga perlu diperhatikan. Karena bahan baku penolong dari negara sumbernya juga terjadi inflasi yang tinggi bahkan di China sebesar 13 persen, itu akan berdampak pada komoditi atau produk-produk bahan baku penolong akan naik.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bahan Baku Penolong

Pembeli berbelanja dekat kertas pemberitahuan pembatasan pembelian di supermarket Kawasan Cirendeu, Tangsel, Rabu (18/3/2020). Satgas Pangan meminta pedagang membatasi penjualan bahan pokok yakni beras, gula, minyak goreng dan mi instan untuk menjaga stabilitas harga. (merdeka.com/Arie Basuki)
Pembeli berbelanja dekat kertas pemberitahuan pembatasan pembelian di supermarket Kawasan Cirendeu, Tangsel, Rabu (18/3/2020). Satgas Pangan meminta pedagang membatasi penjualan bahan pokok yakni beras, gula, minyak goreng dan mi instan untuk menjaga stabilitas harga. (merdeka.com/Arie Basuki)

Memang diperlukan edukasi kepada masyarakat terkait harga minyak goreng meningkat. Oleh karena itu, dia menegaskan kembali Pemerintah sudah berbicara dengan produsen, dan produsen pun sudah memberikan perhatian yang khusus.

“Khusus untuk natal dan tahun baru produsen pun telah menyiapkan kemasan minyak goreng dengan kemasan sederhana dengan harga Rp 14 ribu yang akan didistribusikan melalui ritel, mereka sudah bekerja sama dengan ritel modern sudah disiapkan sebanyak 11 juta liter ,” katanya.

Persiapan tersebut untuk memberikan kepada masyarakat yang masih membutuhkan meskipun dalam keadan terbatas agar tetap membeli minyak goreng dengan kemasan sederhana dan terjangkau.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel