Emak-Emak di Muna Ngamuk Angkat Mobil Dinas Kabupaten Tetangga, Salah Sasaran Bu?

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Muna - Satu unit mobil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buton Tengah menjadi sasaran amukan emak-emak di Kabupaten Muna, Senin (30/8/2021). Mereka mengadang mobil Toyota Avanza berwarna hitam saat demonsrasi menuntut perbaikan jalan rusak. Mobil ini berasal dari kabupaten lain yang hendak masuk di kabupaten Muna.

Hingga sekitar pukul 15.00 Wita, mobil dinas masih terpakir di lokasi demonstrasi di jalur jalan Desa Laiba-Desa Wakumoro Kecamatan Parigi Kabupaten Muna, setelah emak-emak beraksi mengadang dan menghentikan mobil. Kondisi mobil ini cukup memprihatinkan.

Dua ban di sisi kanan tetap berada di tanah. Sedangkan, dua ban di sisi kiri diangkat emak-emak hingga miring lalu ditopang kayu sehingga nyaris terbalik.

Menurut warga, aksi demonstrasi ini dipicu karena kemarahan warga atas kondisi jalan yang rusak. Sudah sekitar 10 tahun lebih, jalan penghubung lintas kabupaten itu dianggap menyusahkan warga sekitar. Padahal, aktivitas warga sangat bergantung dengan kondisi jalan.

Diketahui, jalan ini terakhir mengalami perbaikan sekitar tahun 2000 atau 20 tahun silam. Seingat warga, sekitar 2015 atau 2017 pernah dilapisi aspal tipis, delapan bulan kemudian kembali rusak saat dilewati kendaraan dari berbagai kabupaten.

Salah seorang emak-emak yang berada di lokasi demonstrasi, WOI, menyatakan mereka turun ke jalan karena kesal dengan janji-janji pemerintah Kabupaten Muna. Sudah belasan tahun dia dan keluarganya merasakan kondisi jalan rusak.

"Tadi ada mobil yang coba terobos jalan, padahal sudah dikasih tahu jangan lewat tapi mereka paksa lewat, ya sudah," ujar WOI.

Aksi emak-emak ini, cukup berani. Sebab, beberapa penumpang mobil merupakan laki-laki. Mereka dipaksa turun, setelah itu mobil yang sudah dibajak sempat berusaha dipanjat emak-emak yang juga berorasi di sekitar lokasi.

"Ini jalanan tempat hidup kami, tempat kami setiap hari kerja. Hanya janji-janji saja, kami dibohongi terus sudah bertahun-tahun," ujar Wa Gau, ibu rumah tangga lainnya.

Selain mobil dinas, ada belasan motor yang ditahan di lokasi demonstrasi agar tak melalui jalan rusak. Pengendara lintas kabupaten, memilih memutar jalan belasan kilometer lebih jauh agar bisa sampai ke tujuan.

Diketahui, jalur jalan rusak lokasi demonstrasi, menghubungkan 3 kabupaten. Di antaranya Kabupaten Muna, Kabupaten Muna Barat, dan Kabupaten Buton Tengah. Bahkan, jalur darat dari Kabupaten Muna Barat dan Muna untuk menuju Kabupaten Buton harus melalui jalur ini.

Demonstrasi Sudah Sejak 2012

Demonstrasi menuntut perbaikan jalan rusak di Kabupaten Muna, sekelompok emak-emak mengangkat mobil dinas milik pemda kabupaten lain hingga nyaris terbalik.(Dok Warga)
Demonstrasi menuntut perbaikan jalan rusak di Kabupaten Muna, sekelompok emak-emak mengangkat mobil dinas milik pemda kabupaten lain hingga nyaris terbalik.(Dok Warga)

Demonstrasi dan protes warga, sudah sejak 2012, menuntut perbaikan jalan rusak. Bahkan, warga pernah ke Kantor DPRD Kabupaten, tetapi tak ada jawaban atas keluhan warga.

Salah seorang warga, MK menyatakan, aksi demonstrasi memblokade jalan, sudah dilakukan sejak 9 Agustus 2021. Bupati Muna, La Ode Muhammad Rusman Emba sudah datang, tetapi tak ada kepastian.

"Kami dijanji saja, namun itu bukan solusi. Padahal, warga di sini sudah kesulitan setiap saat kalau bukan debu, ya lumpur," ujarnya.

Dia mengungkapkan, jalur rusak memiliki jarak sekitar 3,6 kilometer. Pada musim hujan, jalan penuh lumpur sedangkan musim panas, debu masuk hingga ke rumah warga.

"Sudah belasan kali orang jatuh di jalur ini. Padahal ini jalur provinsi, heran juga kami kenapa tak ada perhatian," ujar MK.

Warga Adang Bupati dan Kapolres

Demonstrasi menuntut perbaikan jalan rusak di Kabupaten Muna, sekelompok emak-emak mengangkat mobil dinas milik pemda kabupaten lain hingga nyaris terbalik.(Dok Warga)
Demonstrasi menuntut perbaikan jalan rusak di Kabupaten Muna, sekelompok emak-emak mengangkat mobil dinas milik pemda kabupaten lain hingga nyaris terbalik.(Dok Warga)

Warga setempat pernah mengadang jalan Bupati Muna LM Rusman Emba, bersama Kapolres, Kejari dan sejumlah pejabat lainnya. Saat itu, bupati baru selesai melakukan pembukaan pemblokiran jalan setelah diblokade warga sejak 9 Agustus.

Kondisinya di tengah hujan, saat warga muncul dengan balok kayu dan bertemu bupati. Warga mempertanyakan, di desa tetangga sudah dikerjakan, tetapi di wilayah mereka belum tersentuh pengerjaan perbaikan jalan.

Namun, bupati saat itu meyakinkan warga, jika poros jalan poros Desa Bea dan Kelurahan Laimpi tetap akan dilakukan pengaspalan. Anggarannya sudah tersedia sebesar Rp6,3 miliar dan telah ada pemenang tender dari PT Mitra Pembangunan Sultra.

Saat itu, Rusman Emba menjelaskan, perbaikan jalan sudah diperjuangkan oleh Pemkab Muna. Sehingga, warga tak perlu ragu jalan di lokasi mereka tak diperbaiki.

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel