Emak-Emak di Sumsel Deklarasikan La Nyalla Mattalitti Capres 2024

Merdeka.com - Merdeka.com - Ratusan emak-emak di Sumatera Selatan mendeklarasikan La Nyalla Mahmud Mattalitti sebagai calon presiden 2024. Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tersebut dinilai sosok merakyat dan menjadi solusi setiap persoalan bangsa.

Deklarasi disampaikan sekitar 250 emak-emak yang tergabung dalam Relawan Cindo Sriwijaya di Palembang, Minggu (3/7). Organisasi masyarakat ini nantinya akan dibentuk setiap kabupaten dan kota.

Koordinator Relawan Cindo Sriwijaya Yunidarti mengungkapkan, keterlibatan kalangan perempuan dalam agenda politik 2024 karena sebagai orang yang mengetahui kehidupan keluarga kekinian. Mereka merasakan kebutuhan dasar bahan pokok yang terus naik namun tidak sebanding dengan pemasukan.

"Persoalan minyak goreng misalnya, sampai hari ini masih menjadi keluhan ibu-ibu dan perlu diselesaikan oleh pemimpin yang menggali langsung permasalahan ke bawah, dan pak La Nyalla memiliki itu," ungkap Yunidarti.

Ketua DPD itu dinilai sosok yang mampu mendukung kesetaraan gender dan tanpa membedakan hak warga lainnya, dengan tujuan terwujud perempuan yang kuat dan berani. La Nyalla juga seorang egaliter sehingga sangat dibutuhkan negara saat ini.

"Pak La Nyalla dekat dengan rakyat, kami para perempuan ini yakin bahwa jika akan dengan sangat mudah menyampaikan aspirasi jika dipimpin oleh orang yang tidak hanya berpikir di ruang kerja, tapi mampu menjemput aspirasi langsung di lapangan," kata dia.

Dibanding tokoh lain, La Nyalla berani melakukan gebrakan, apalagi dengan jabatan dirinya sebagai Ketua DPD saat ini. Kepemimpinannya di DPD lebih produktif dan lebih berani, seperti membentuk Pansus PCR, Pansus BLBI, dan Pansus Omnibuslaw atau Cipta Kerja demi memperjuangkan kepentingan rakyat.

"Kami akan terus kampanyekan nama La Nyalla kepada masyarakat, dia orang yang tepat menjadi presiden," pungkasnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel