Emak-Emak Tutup Pelat Motor Pakai Celana Dalam Dijadikan Duta Lalu Lintas

Merdeka.com - Merdeka.com - Aksi AS (34), seorang emak-emak atau ibu-ibu di Lamongan Jawa Timur, menutupi pelat nomor kendaraannya menggunakan celana dalam (CD) viral di media sosial. Ia kemudian diamankan polisi dan meminta maaf atas aksinya, kemudian dijadikan duta lalu lintas.

AS mengaku perbuatannya tidak pantas dan membuat kegaduhan di tengah masyarakat tersebut. Warga Desa Miru, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan ini mengaku video yang dibuat tersebut bukan bermaksud untuk memojokkan dan merugikan orang lain. Dia beralasan video itu dibuat hanya untuk konten belaka.

"Saya mengakui bahwa perbuatan saya itu salah dan kurang pantas. Untuk itu saya meminta maaf kepada pimpinan Polres Lamongan dan juga jajaran atas kesalahan yang kami buat," jelasnya.

Tiga Rekan Ikut Minta Maaf

Tak hanya AS, tiga rekannya yang ada di dalam video tersebut, masing-masing berinisial PR, ST dan juga WA, juga menyampaikan pernyataan yang sama.

Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana mengatakan, video yang dibuat keempat ibu-ibu asal Kecamatan Sekaran itu dianggapnya merugikan orang. Pasalnya dalam video tersebut mereka memamerkan hal yang sangat pribadi.

"Sebagai contoh seperti video yang kita lihat ada pakaian yang tidak pantas ini diperlihatkan," katanya.

Status Saksi

Ia menambahkan, keempatnya telah mengakui jika tindakannya itu salah. Mereka sendiri saat ini berstatus sebagai saksi.

"Mereka akan kita bina dan kita jadikan sebagai duta lalu lintas. Sebenarnya penerapan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tujuannya untuk menekan angka kecelakaan dan meningkatkan masyarakat untuk lebih disiplin berkendara," pungkasnya.

Diketahui, video aksi AS yang menutupi pelat kendaraan motornya menggunakan celana dalam (CD) mendadak viral di media sosial. Aksi itu diduga sengaja dilakukan AS untuk menghindari tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang akhir-akhir ini menjaring para pengendara yang melanggar. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel