Emas ditutup sedikit menguat jelang kenaikan suku bunga Fed

Harga emas menetap sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), menjelang kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS dan berbalik menguat dari kerugian selama dua hari berturut-turut.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, terangkat 6,1 dolar AS atau 0,34 persen, menjadi ditutup pada 1.819,60 dolar AS per ounce.

Emas berjangka merosot 18,3 dolar AS atau satu persen menjadi 1.813,50 dolar AS pada Selasa (14/6/2022), setelah anjlok 43,7 dolar AS atau 2,33 persen menjadi 1.831,80 dolar AS pada Senin (13/6/2022), dan melonjak 22,70 dolar AS atau 1,23 persen menjadi 1.875,50 dolar AS pada Jumat (10/6/2022).

Tak lama setelah lantai perdagangan emas ditutup, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengakhiri pertemuan dua hari dan memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin, kenaikan suku bunga terbesar dalam hampir tiga dekade.

Emas berjangka bergerak naik-turun dalam perdagangan elektronik setelah keputusan Federal Reserve. Investor telah memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga 75 basis poin, kata analis pasar.

Emas menemukan dukungan tambahan pada Rabu (15/6/2022) karena Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel AS secara tak terduga turun 0,3 persen pada Mei, lebih rendah dari revisi kenaikan 0,7 persen pada April.

Sementara itu, indeks kondisi bisnis Empire State Fed New York, ukuran aktivitas manufaktur di negara bagian, naik 10,4 poin tetapi tetap pada pembacaan negatif 1,2 pada Juni. Para ekonom memperkirakan data tersebut datar.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 46,6 sen atau 2,22 persen, menjadi ditutup pada 21,42 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli bertambah 13,9 dolar AS atau 1,53 persen, menjadi ditutup pada 924,6 dolar AS per ounce.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel