Emas jatuh lagi karena dolar dan imbal hasil obligasi AS lebih kuat

Harga emas jatuh pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut, karena dolar yang lebih kuat dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS menjelang pertemuan Federal Reserve mengurangi daya tarik logam kuning.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, merosot 18,3 dolar AS atau satu persen menjadi ditutup pada 1.813,50 dolar AS per ounce, menetap di level harga terendah dalam lebih dari empat minggu.

Emas berjangka anjlok 43,7 dolar AS atau 2,33 persen menjadi 1.831,80 dolar AS pada Senin (13/6), setelah melonjak 22,70 dolar AS atau 1,23 persen menjadi 1.875,50 dolar AS pada Jumat (10/6), dan tergelincir 3,7 dolar AS atau 0,2 persen menjadi 1.852,80 dolar AS pada Kamis (9/6).

Pedagang juga menunggu keputusan pertemuan moneter dua hari Federal Reserve yang akan ditutup pada Rabu waktu setempat ketika tingkat inflasi tahunan 8,6 persen pada Mei mengecewakan mereka yang mengharapkan tanda-tanda bahwa inflasi telah mencapai puncaknya.

Data ekonomi yang dirilis pada Selasa (14/6) semakin mengurangi daya tarik emas. Departemen Tenaga Kerja Amerika melaporkan bahwa harga produsen AS, ukuran inflasi sebelum mencapai konsumen, melonjak 0,8 persen pada Mei, mengikuti kenaikan 0,4 persen pada April dan 1,6 persen pada Maret.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 30,1 sen atau 1,42 persen, menjadi ditutup pada 20,954 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli jatuh 21,6 dolar AS atau 2,32 persen, menjadi ditutup pada 910,7 dolar AS per ounce.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel