Emas "rebound" dipicu ketakutan resesi sekalipun ekonomi dibuka lagi

Ahmad Buchori

Emas naik pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), rebound dari kerugian hari sebelumnya di tengah ketidakpastian tentang bagaimana ekonomi akan bangkit dari perlambatan yang dalam, meski optimisme tentang vaksin potensial untuk virus corona baru membatasi kemajuan logam mulia.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menguat 11,2 dolar AS atau 0,65 persen, menjadi ditutup pada 1.745,60 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, emas berjangka jatuh 21,9 dolar AS atau 1,25 persen menjadi 1.734,40 dolar AS per ounce, menghentikan kenaikan selama empat hari beruntun.

"Fundamental untuk emas tidak pernah lebih baik dalam sejarah. Kecuali kita memiliki lebih banyak optimisme tentang vaksin, kita akan mulai melihat momentum kenaikan ke level baru," kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments.

"Setiap berita tentang kemunduran dalam reintegrasi bisnis ke dalam perekonomian pada akhirnya akan membawa emas lebih tinggi."

Stimulus global besar-besaran untuk membatasi kerusakan ekonomi dari virus corona telah mendukung emas, karena secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Sementara itu, memicu permintaan untuk safe haven adalah kekhawatiran akan memburuknya hubungan China-AS, dengan Nasdaq Inc diatur untuk meluncurkan pembatasan yang akan membuat lebih sulit bagi beberapa perusahaan China untuk mencatatkan sahamnya di sana.

Wall Street diperdagangkan bervariasi, setelah reli di sesi sebelumnya setelah pembuat obat Moderna mengatakan vaksin COVID-19 eksperimentalnya menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam uji coba pendahuluan.

Lonjakan ekuitas dan minyak pada Senin (18/5) telah menyebabkan emas mundur dari tertinggi multi-tahun, ketika harapan uji coba vaksin potensial COVID-19 mendorong para investor melirik aset-aset berisiko.

"Saat ini, pasar fokus pada setelah reli besar pada saham kemarin ... tetapi permintaan yang mendasarinya belum hilang," kata analis Saxo Bank Ole Hansen, menambahkan prospek ekonomi yang lebih lemah, langkah-langkah bank sentral dan ketegangan geopolitik akan menjaga harga emas tinggi.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 43,3 sen atau 2,48 persen, menjadi ditutup pada 17,901 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 20,3 dolar AS atau 2,34 persen, menjadi menetap pada 889,6 dolar AS per ounce.